Top 3: Harga Perak Masih Anjlok Usai Aksi Jual Terbesar

2 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak dunia kembali melemah pada awal perdagangan pekan ini, memperpanjang tekanan setelah aksi jual besar yang mengguncang pasar pada akhir pekan lalu. Logam mulia ini masih berada dalam fase volatil seiring perubahan sentimen global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Selasa (3/1/2026), harga perak spot tercatat turun lebih dari 6% dan diperdagangkan di kisaran USD 78,86 per ons. Tekanan tersebut muncul setelah kontrak berjangka perak anjlok tajam hingga 28% pada Jumat lalu, yang menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret 1980.

Meski demikian, kontrak berjangka perak sempat rebound sekitar 2% ke level USD 80,11 per ons.

Gejolak harga perak juga dipengaruhi kebijakan terbaru CME Group yang menaikkan persyaratan margin pasca aksi jual tajam. Margin kontrak berjangka perak COMEX berukuran 5.000 ons dinaikkan menjadi 15% dari sebelumnya 11%.

Langkah ini dinilai menambah tekanan jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mengandalkan leverage tinggi.

Perubahan arah pasar logam mulia terjadi ketika ekspektasi penurunan suku bunga AS berbenturan dengan dinamika baru di internal Federal Reserve. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencalonan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

Artikel Harga Perak Masih Anjlok Usai Aksi Jual Terbesar Sejak 1980 menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu, (4/2/2026):

1. Harga Perak Masih Anjlok Usai Aksi Jual Terbesar Sejak 1980

 Harga perak dunia kembali melemah pada awal perdagangan pekan ini, memperpanjang tekanan setelah aksi jual besar yang mengguncang pasar pada akhir pekan lalu.

Logam mulia ini masih berada dalam fase volatil seiring perubahan sentimen global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Selasa (3/1/2026), harga perak spot tercatat turun lebih dari 6% dan diperdagangkan di kisaran USD 78,86 per ons. Tekanan tersebut muncul setelah kontrak berjangka perak anjlok tajam hingga 28% pada Jumat lalu, yang menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret 1980.

Meski demikian, kontrak berjangka perak sempat rebound sekitar 2% ke level USD 80,11 per ons.

Gejolak harga perak juga dipengaruhi kebijakan terbaru CME Group yang menaikkan persyaratan margin pasca aksi jual tajam. Margin kontrak berjangka perak COMEX berukuran 5.000 ons dinaikkan menjadi 15% dari sebelumnya 11%.

Langkah ini dinilai menambah tekanan jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mengandalkan leverage tinggi.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Kasus Mafia Impor Bikin Heboh Usai Temuan Rp 2,49 Triliun di Rekening Pekerja Tekstil

Asosiasi tekstil mendesak Pemerintah mengusut tuntas mafia impor. Hal itu menyusul hasil temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening karyawan perusahaan tekstil hingga mencapai Rp 2,49 triliun yang diduga sebagai tempat menampung transaksi ilegal.

Direktur Eksekutif Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Rayon Tekstil (KAHMI Tekstil), Agus Riyanto menyatakan bahwa di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) sudah jadi rahasia umum bahwa transaksi ilegal berasal dari permainan impor hingga restitusi ekspor bodong.

“Para pebisnis tekstil sudah tau sama tau siapa saja para oknum dan pemain yang terlibat, baik itu dari kelompok pengusaha, pejabat pemerintah hingga aparat penegak hukum yang menjadi pelindungnya” ujar Agus dalam keterangannya Selasa (3/2/2026).

Agus menjelaskan bahwa modusnya pun adalah modus lama yaitu lewat impor borongan, mis-declare, rembesan wilayah berikat hingga jual beli kuota impor.

“Impor borongan ya termasuk pakaian bekas didalamnya melibatkan banyak oknum dari importir produsen, importir umum, retailer, perusahaan logistik dan yang pasti oknum petugas Bea Cukai” jelasnya.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Dirut Garuda Indonesia Dipanggil Prabowo di Istana, Ini Bocoran Infonya

Presiden Prabowo Subianto meminta maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tak ketinggalan perkembangan teknologi global. Menyusul semakin berkembangkan teknologi tersebut.

Pesan itu diungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairuppan saat menghadap Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Glenny hadir bersama Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa.

"Ya biasa, dengan pak Sigit (CTO Danantara), bicara-bicara, ngobrol-ngobrol, tentang penerbangan lah, penerbangan di Indonesia, tentang Garuda, tentang pesawat-pesawat yang super super maju sekarang, teknologi-teknologi yang maju," ungkap Glenny, di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (3/2/2026).

Dia menyebut, Presiden meminta Garuda Indonesia untuk ikuti perkembangannya. "Yaa itu harus, ikuti perkembangan teknologi dunia," ucapnya.

Berita selengkapnya baca di sini

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |