Liputan6.com, Jakarta - Indonesia tengah menjalankan program hilirisasi kelapa. Program ini meskipun nilai investasinya tidak sebesar sektor mineral tetapi penyerapan tenaga kerja sangat besar.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani menargetkan persiapan hilirisasi kelapa selesai Desember 2026. Investasi di sektor ini disebut mencapai USD 100 juta atau setara Rp 1,67 triliun (kurs Rp 16.756).
Rosan menerangkan, saat ini persiapan untuk hilirisasi kelapa terus dilakukan. Termasuk melaksanakan proses konstruksi untuk menopang upaya hilirisasi sektor perkebunan tersebut.
"Nah ini juga yang kita dorong dan investasinya baru masuk, sedang melakukan konstruksi, yang dimana akhir tahun 2026 insya Allah itu akan selesai investasi di bidang pengelolaan kelapa ini," ungkap Rosan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dia menjelaskan, tren investasi pada hilirisasi selain sektor mineral mulai meningkat ssjak 2025 lalu. Sektor perkebunan dan kehutanan dipandang mulai bergerak positif.
Rosan mengatakan, meski nilai investasi hilirisasi di dua sektor tersebut lebih rendah ketimbang mineral, tapi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar.
"Contohnya saja kita juga melakukan investasi, baru melakukan investasi untuk hilirisasi di bidang kelapa, investasinya dibandingkan mineral itu memang berbeda jauh, hanya 100 juta dolar, tapi penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 10 ribu orang," tutur Rosan.
Dua Perusahaan China Masuk
Sebelumnya, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, menjelaskan masuknya dua perusahaan China ke sektor hilirisasi kelapa berawal dari rendahnya harga yang diterima petani. Ia optimistis, seiring perusahaan China masuk ke Indonesia dapat mendorong kenaikan harga kelapa petani.
Ia menuturkan, selama ini, kelapa Indonesia dikirim ke China dalam bentuk mentah, sehingga harga jual ditekan oleh ongkos logistik yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat margin petani semakin tipis dan kurang menguntungkan.
"Awalnya kenapa waktu kita approach ke mereka, karena tadinya kelapa kita itu diekspor ke China. Ekspor ke China, mereka ngitung biaya logistik. Jadi harga jual petaninya itu rendah, kurang baik. Itulah yang kita yakinkan,” kata Rosan saat ditemui usai menghadiri PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/11/2025).
Harga Kelapa Bisa Naik
Untuk mengatasi ini, Danantara melakukan pendekatan ke investor China agar proses hilirisasi dilakukan langsung di Indonesia. Dengan fasilitas pengolahan berada di dalam negeri, kebutuhan biaya logistik ekspor dapat dihilangkan.
Dampaknya, harga kelapa di tingkat petani diproyeksikan meningkat karena nilai tambah tidak lagi keluar dari Indonesia. "Mereka mau investasi di sini sehingga harga jual kelapanya para petani bisa menjadi lebih tinggi. Karena tidak ada lagi biaya logistik yang mesti dikirimkan. Dan itu penyerapan,” ujarnya.
Rosan menegaskan, strategi ini tidak hanya soal menarik investor, tetapi memastikan petani menjadi pihak yang menerima manfaat nyata. Menurut dia, hilirisasi akan menciptakan struktur harga yang lebih sehat sekaligus membuat penyerapan kelapa jauh lebih stabil.
Bisa Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Salah satu proyek hilirisasi yang sudah berjalan saat ini memiliki kebutuhan bahan baku yang sangat besar, yakni mencapai 500 juta butir kelapa per tahun.
Proyek tersebut ditargetkan selesai tahun ini, sehingga aktivitas produksi bisa mulai memberikan kontribusi penuh pada rantai pasok industri dalam negeri. Kehadiran fasilitas ini juga menandakan bahwa hilirisasi komoditas perkebunan mulai bergerak ke skala industri besar.
Dalam fase awal operasional, Rosan mengatakan proyek tersebut mampu menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja. Seiring peningkatan kapasitas produksi dan perluasan lini produk turunan, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan meningkat menjadi 10.000 orang pada tahun berikutnya.
“Kelapanya per tahun itu 500 juta butir per tahun untuk yang satu proyek yang sudah berjalan. Dan insya Allah tahun ini selesai. Untuk tahun pertama, penyerapan kerjanya 5.000 orang. Nanti kalau sudah tahun depan, penyerapan kerjanya sampai 10.000 orang,” pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4142115/original/069896900_1661933484-Energi-Terbarukan-G20-Tallo-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478468/original/098541300_1768902297-1000026803.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472368/original/045596100_1768364075-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491877/original/086302700_1770109168-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_11.55.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488514/original/088349700_1769755850-publikasi_1769745536_697c2c80704e6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491650/original/020338100_1770102339-Indonesia_Economic_Summit-IBC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3906035/original/015426100_1642415540-20220117-2022-proyeksi-Ekonomi-indonesia-tumbuh-5_2-persen-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491554/original/094407200_1770099584-RUPS_BNI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146602/original/051806900_1740834621-WhatsApp_Image_2025-03-01_at_19.10.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491137/original/097640700_1770085700-1000223828.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356242/original/044567500_1758433245-a127e4e8-c5a6-4201-b2c5-3e017dc82a4c.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377339/original/034194800_1760089873-WhatsApp_Image_2025-10-10_at_4.22.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387428/original/053594900_1761041499-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_06.51.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4594999/original/047400000_1696220197-Jokowi_Resmikan_Kereta_Cepat_Jakarta-Bandung_Whoosh-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1676457/original/010595500_1502453066-20170811-indonesia-property-expo-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4531309/original/096308400_1691557117-IMG-20230809-WA0003.jpg)