Liputan6.com, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih Thomas Djiwandono menegaskan proses penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Thomas membantah isu yang menyebut dirinya sejak awal ditunjuk atau dipersiapkan untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia.
"Soal (penunjukan) Gubernur BI, tidak," kata Thomas dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Thomas menegaskan, sejak awal tidak pernah ada proses penunjukan dirinya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Ia mengaku sempat membaca sejumlah pemberitaan saat berada di luar negeri yang mengaitkan namanya dengan posisi tersebut.
Menurut dia, informasi tersebut tidak berdasar. Thomas menjelaskan dalam akta kepengurusan DPP terbaru per Maret 2025, namanya sudah tidak tercantum sebagai bendahara umum partai. Hal itu menjadi bukti ia telah mengambil langkah formal untuk melepaskan jabatan politiknya.
"Proses awal dicalonkan. Saya waktu itu ada yang saya baca (berita) waktu di luar negeri, wah ini masih anggota partai dan sebagainya. Coba dilihat, saya ini di akte DPP yang baru bulan Maret 2025, itu gak ada saya sebagai bendahara umum. Itu fakta. Karena memang saya sudah apa istilahnya menggunurkan diri dari posisi bendahara umum," jelasnya.
Ia menambahkan, pengunduran diri tersebut dilakukan atas kesadaran pribadi. Meski di Kementerian Keuangan tidak terdapat aturan yang secara eksplisit mewajibkan hal tersebut, Thomas memilih mundur demi menjaga fokus dan integritas dalam menjalankan tugas negara.
Mundur dari Partai Demi Jaga Prinsip Profesionalisme
Thomas mengungkapkan, keputusan mundur dari kepengurusan partai dan keanggotaan diambil karena prinsip profesionalisme.
Mengundurkan Diri dari Partai
Ia secara resmi mengundurkan diri sebagai anggota partai pada 31 Desember 2025. Menurut dia, meskipun tidak ada aturan yang mewajibkan pengunduran diri tersebut, ia menilai langkah itu penting untuk menghindari potensi konflik kepentingan.
Ia merasa akan lebih baik menjalankan peran di pemerintahan tanpa beban politik. "Karena saya merasa lebih baik fokus di Kemenkeu waktu itu. Itu satu. Sebagai anggota saya resign 31 Desember 2025. Karena juga prinsip tersebut. Kayaknya kok rasa-rasanya lebih baik meskipun aturannya di Kemenkeu tidak ada, tapi lebih baik seperti itu," ujarnya.
Penunjukan Deputi Gubernur Lewat Mekanisme Resmi
Dalam kesempatan ini, Thomas menjelaskan, proses penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI dipicu oleh pengunduran diri Deputi Gubernur sebelumnya, Juda Agung. Dari situ, mekanisme pengisian jabatan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.
Terkait latar belakangnya sebagai mantan politikus dan faktor kedekatan keluarga, Thomas mengakui hal tersebut sebagai fakta. Namun, ia meminta publik juga melihat rekam jejak dan pengalaman profesional yang telah dijalaninya selama ini dalam pemerintahan.
"Tapi yang saya ingin tekankan adalah kalau soal bahwa latar belakang saya sebagai dulu politisi atau bahkan kedekatan keluarga ya itu, itu fakta. Ya, itu saya gak bisa ya itu fakta. Tapi, tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya," pungkasnya.
DPR Restui Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Sebelumnya, Sidang Paripurna DPR resmi menyepakati Thomas Djiwandono untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal ini diputuskan usai digelarnya uji kelayakan (fit and proper) bersama Komisi XI sebelumnya.
Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa memimpin sidang Paripurna dalam pengambilan keputusan tersebut. Usai mendengar laporan Komisi XI soal fit and proper test Calon Deputi Gubernur BI, Saan menanyakan persetujuan para wakil rakyat.
"Sidang Dewan yang kami hormati, sekarang perkenankan kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan calon deputi gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?," tanya Saan dalam Sidang Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Setuju," sahut para peserta sidang.
Jawaban serentak itu langsung disusul oleh ketuka palu sidang satu kali oleh Saan. Wakil Ketua DPR itu lantas meminta Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI terpilih untuk maju.
"Selanjutnya, kami perkenalkan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk periode 2026-2031, Saudara Thomas A. M. Djiwanono, kepada calon Deputi Gubernur Bank Indonesia agar maju ke depan untuk foto bersama," sebutnya.
Lolos Uji Kelayakan
Sebelumnya, Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Menyingkirkan dua kandidat lainnya, yakni Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, keputusan itu merupakan hasil musyawarah mufakat seluruh fraksi dalam rapat internal, tanpa adanya catatan.
"Semua secara musyawarah mufakat. Tidak ada catatan sama sekali, bahkan banyak catatan-catatan yang masuk justru adalah catatan yang sangat positif," ujar Misbakhun di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484836/original/056458600_1769486829-Depositphotos_244044898_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921763/original/068490100_1724034873-IMG-20240819-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2872841/original/077992300_1564983117-20190805-Plt-Dirut-PLN-Sripeni-Inten-Cahyani3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478865/original/037928200_1768955017-PHOTO-2026-01-20-18-28-26.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3266865/original/083315800_1602646231-brian-kostiuk-S4jSvcHYcOs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486201/original/042804700_1769579960-Pelaksana_Tugas__Plt.__Subkomite_Investigasi_Kecelakaan_Penerbangan_KNKT__Henry_Poerborianto.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486187/original/074478200_1769578665-Pelaksana_Tugas__Pit.__Ketua_Sub_Komite_Investigasi_Kecelakaan_Pelayaran_KNKT__Capt._Anggiat_PTP._P-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486131/original/091347100_1769576415-Investigator_Investigasi_Kecelakaan_Perkeretaapian_KNKT__Hertriadi_Ismawan-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5171315/original/008775700_1742627781-20250322_111307.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405147/original/029649300_1762425476-IMG-20251106-WA0004.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3632202/original/008777100_1636861919-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)