Harga Emas Pecah Rekor Lagi, Diprediksi Capai Segini di Akhir 2026

7 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus berlanjut mendorong investor ke logam yang dianggap sebagai aset aman.

Dikutip dari CNBC, Rabu (28/1/2026), harga emas di pasar spot naik 2,4% menjadi USD 5.136,47 per ons. Harga menembus angka penting USD 5.000 untuk pertama kalinya pada hari Senin.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup sedikit berubah pada USD 5.082,60 per ons.

Harga emas telah melonjak lebih dari 18% sepanjang tahun ini, melanjutkan reli rekor tahun lalu, didorong oleh kombinasi beberapa faktor termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi penurunan suku bunga AS, dan peningkatan pembelian bank sentral di tengah tren de-dolarisasi global.

Pasar terfokus pada pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS yang dimulai Selasa, dengan suku bunga diperkirakan tidak berubah dan investor mengamati konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell pada hari Rabu di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang independensi bank sentral.

Prediksi Harga Emas di Akhir 2026

Sementara itu, Deutsche Bank dan Societe Generale kini memperkirakan harga emas akan mencapai USD 6.000 per ons pada akhir tahun.

CME Group mengatakan pada hari Selasa bahwa kompleks logamnya mencapai rekor harian tertinggi sebanyak 3.338.528 kontrak pada tanggal 26 Januari, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 2.829.666 kontrak yang ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2025.

Harga perak spot melonjak 6,9% menjadi USD 111,11 per ons setelah mencapai rekor tertinggi USD 117,69 pada hari Senin. Harga perak telah melonjak lebih dari 55% sepanjang tahun ini, setelah mencatat kenaikan 146% tahun lalu.

“Akan ada banyak volatilitas di masa mendatang, dengan risiko penurunan tajam (pada harga perak),” kata Widmer dari Bank of America.

Harga Logam Lainnya

Dia menambahkan bahwa fundamental yang kuat dan arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dapat mendukung target harga USD 170.

Citi menaikkan perkiraan harga perak jangka pendek menjadi USD150 per ons dari USD100 sebelumnya.

Harga platinum spot turun 5,6% menjadi USD 2.604,38 per ons setelah mencapai rekor USD 2.918,80 per ons pada sesi sebelumnya, sementara paladium kehilangan sekitar 4% menjadi USD 1.904,25.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |