Rupiah Tertekan Imbas Nominasi Calon Ketua The Fed Pilihan Trump

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan di Jakarta, Senin. Rupiah tercatat turun 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp 16.798 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.786 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global, khususnya terkait nominasi calon Ketua Federal Reserve (The Fed) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pasar merespons kabar tersebut dengan sikap hati-hati karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter AS ke depan.

“Trump menominasikan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan ketua petahana Jerome Powell di pucuk pimpinan bank sentral,” kata Ibrahim dikutip dari Antara, Senin (2/2/2026).

Trump telah mengumumkan pemilihan Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell, yang masa jabatannya sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei 2026. Pengumuman ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar global, termasuk di pasar valuta asing.

Ketidakpastian arah kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan baru dinilai turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kebijakan Kevin Warsh

Kevin Warsh sebelumnya dikenal sebagai sosok yang mendukung kebijakan pengendalian inflasi yang ketat. Namun, dalam perkembangan terbaru, ia disebut-sebut berpihak pada Trump dengan secara terbuka mendorong kebijakan suku bunga yang lebih rendah.

Donald Trump sendiri kerap menyatakan keinginannya untuk menunjuk Ketua The Fed yang mendukung penurunan suku bunga secara agresif. Dengan suku bunga acuan AS saat ini berada di kisaran 3,5–3,75 persen, Trump berpendapat Amerika Serikat seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia.

Trump bahkan menyerukan agar suku bunga diturunkan hingga 1 persen. Pernyataan tersebut memicu spekulasi di pasar mengenai potensi perubahan drastis arah kebijakan moneter AS jika Warsh benar-benar memimpin The Fed.

Sentimen inilah yang kemudian turut membebani pergerakan rupiah, seiring meningkatnya kehati-hatian investor global.

Mencermati Perkembangan

Meski dinilai sejalan dengan dorongan Trump untuk memangkas suku bunga, Ibrahim menilai kebijakan moneter di bawah Kevin Warsh belum tentu sepenuhnya longgar.

“Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya,” ungkap Ibrahim.

Selain di pasar spot, tekanan terhadap rupiah juga tercermin pada Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada hari yang sama, JISDOR tercatat melemah ke level Rp16.800 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di Rp16.796 per dolar AS.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati perkembangan lanjutan terkait kebijakan moneter AS serta respons bank sentral global, yang dinilai masih akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |