Harga Minyak Tergelincir, Investor Menanti Pertemuan Trump-Xi Jinping

9 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia merosot pada Rabu, 13 Mei 2026. Koreksi harga minyak dunia terjadi di tengah investor memantau gencatan senjata di Timur Tengah yang rapuh dan menanti pertemuan puncak penting di Beijing, China antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Mengutip CNBC, Kamis (14/5/2026), harga minyak Brent turun 2% menjaid USD 105,43 per barel. Harga emas West Texas Intermediate (WTI) terpangkas 1% menjadi USD 101,02.

Harga minyak acuan itu telah bergejolak di sekitar atau di atas USD 100 per barel sejak perang Amerika Serikat-Israel dan Iran dimulai pada akhir Februari 2926. Hal itu setelah Iran efektif menutup Selat Hormuz.

“Pasar tetap sangat reaktif terhadap setiap perkembangan dari kawasan tersebut, yang berarti fluktuasi tajam kemungkinan akan terus berlanjut. Eskalasi lebih lanjut atau ancaman langsung terhadap arus pasokan dapat dengan cepat menghidupkan kembali momentum kenaikan yang kuat baik pada Brent maupun WTI,” kata Analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva.

Untuk mendukung harga, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pasokan minyak global tidak akan memenuhi total permintaan tahun ini karena perang telah menghancurkan produksi di Timur Tengah.

“Laporan pasar minyak IEA terbaru menunjukkan besarnya gangguan dengan penurunan persediaan minyak yang besar selama dua bulan terakhir,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

IEA juga mengatakan produksi minyak mentah Rusia menurun sebesar 460.000 barel per hari pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar 8,8 juta barel per hari, karena Ukraina meningkatkan serangan drone terhadap target energi.

OPEC pada Rabu menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026.

Pada Selasa, harga minyak naik lebih dari 3% karena harapan akan gencatan senjata AS-Iran yang langgeng memudar, mengurangi prospek pembukaan kembali selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam cair global.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |