Liputan6.com, Jakarta - Arab Saudi memangkas harga minyak mentah utama untuk pelanggan di Asia pada Agustus 2026. Hal ini penurunan terbesar dalam 26 tahun karena lonjakan pasokan global meningkatkan persaingan untuk mendapatkan pembeli.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (7/7/2026), produsen minyak Saudi Aramco akan menurunkan harga minyak Arab Light ke Asia pada Agustus sebesar US$ 11 per barel. Harga itu diskon US$ 1,50 di atas patokan regional, menurut Bloomberg. Penurunan ini lebih besar daripada penurunan US$ 8 yang diperkirakan dalam survei Bloomberg.
Harga minyak telah anjlok sejak pertengahan Juni, ketika Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran dan memungkinkan lalu lintas kembali normal melalui Selat Hormuz, titik penting yang sebagian besar telah diblokir sejak awal konflik.
Harga minyak Brent telah merosot hingga sekitar US$ 72 per barel, di mana harga itu diperdagangkan pada akhir Februari. Hal ini saat Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan kampanye melawan Iran.
Harga minyak mentah Timur Tengah telah menurun karena gelombang pasokan yang akan datang dari kawasan itu mengancam akan membanjiri kilang-kilang di Asia.
Aramco sempat meningkatkan pengiriman minyak mentah hingga sekitar 90%, dari tingkat sebelum perang setelah melanjutkan ekspor dari pelabuhan Teluk Persia di Ras Tanura.
Sebelum perang, itu adalah titik pemuatan utama untuk ekspor minyak mentah Arab Saudi. Aramco mengalihkan sebagian besar aliran itu ke fasilitas Laut Merah di Yanbu karena perang efektif memblokir Selat Hormuz.
Di sisi lain, produsen OPEC+, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, menyetujui kenaikan kuota minyak yang moderat lainnya pada Agustus 2026. Kelompok itu sebagian besar meningkatkan produksi selama perang ketika Selat Hormuz ditutup dan beberapa negara anggota Teluk memiliki sedikit ruang meningkatkan produksi.
Seiring lalu lintas di Selat Hormuz mereda, produsen minyak antara lain Arab Saudi, Irak dan Kuwait akan dapat memanfaatkan kuota yang lebih tinggi.
Harga Minyak Anjlok 20%, Nasib Pasar Bergantung Kesepakatan Damai AS-Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
Perbesar
Sebelumnya, harga minyak dunia memang terus melemah dan memberikan angin segar bagi konsumen. Namun, analis memperingatkan bahwa keberlangsungan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih menjadi faktor risiko terbesar bagi pasar global hingga akhir tahun.
Kepala Ekonom Global Oxford Economics, Ryan Sweet, mengatakan arah pergerakan pasar pada paruh kedua 2026 sangat bergantung pada apakah kesepakatan damai antara AS dan Iran benar-benar mampu bertahan.
Sejak kedua negara menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, harga minyak dunia telah turun lebih dari 20%. Pada saat yang sama, pasar saham global justru menguat.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (7/7/2026), kontrak berjangka minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$ 72 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah US$ 69 per barel.
Penurunan harga minyak tersebut ikut mendorong optimisme investor di pasar saham. Namun, menurut Sweet, kondisi itu hanya dapat bertahan apabila perdamaian di Timur Tengah tetap terjaga.
Harus Ada Tindak Lanjut Permanen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
Perbesar
Ryan Sweet menilai kesepakatan damai yang bertahan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian global.
"Kesepakatan damai yang bertahan akan menghasilkan serangkaian kondisi yang lebih longgar, mulai dari turunnya inflasi energi, ruang yang lebih besar bagi bank sentral dalam menentukan kebijakan, kondisi pasar keuangan yang lebih longgar, hingga memberikan kelegaan bagi negara-negara berkembang," tulis Sweet kepada kliennya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kesepakatan tanpa tindak lanjut menuju perdamaian yang lebih permanen justru akan menciptakan volatilitas yang sulit dipertahankan.
"Namun, kesepakatan tanpa adanya perjanjian damai lanjutan akan bersifat sangat fluktuatif dan mustahil dipertahankan," lanjutnya.
Menurut Oxford Economics, sejumlah risiko lain yang akan membayangi pasar pada paruh kedua tahun ini antara lain kebijakan perdagangan, rantai pasok industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), keputusan bank sentral, stimulus ekonomi China, hingga pemilu sela di AS.
Jika kesepakatan damai gagal dipertahankan, kenaikan harga energi berpotensi mendorong bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut juga dapat menekan negara-negara Asia yang bergantung pada impor energi serta meningkatkan biaya produksi industri teknologi, termasuk pemasok komponen AI.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134788/original/080927100_1739679778-Desain_tanpa_judul__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290242/original/065994900_1783436429-Kolaborasi_KPPU_dan_OJK-7_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290230/original/080671900_1783435003-Manajemen_Danantara_bertemu_mantan_PM_Inggris_Tony_Blair-7_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4250369/original/054302000_1670244342-WhatsApp_Image_2022-12-05_at_5.35.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467325/original/053844600_1767872285-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290161/original/022041300_1783429311-1000910070.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4587080/original/091917300_1695602279-jay-ang-v0BgDZTJyPY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290149/original/055977100_1783428328-6a7c6cbb-9fc4-420f-a150-e55a9bbe9772.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290157/original/005316300_1783428934-bluebird_BRI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371163/original/036083100_1759638082-5_oktober_2025-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2324139/original/029879800_1533789134-Direktur_Utama_PT_Angkasa_Pura_I_Faik_Fahmi_5-ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080103/original/047492500_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547854/original/066052600_1775473867-dpr2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289781/original/003905500_1783414900-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5144032/original/046191700_1740563078-26_februari_2025-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978884/original/034061200_1574829307-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289624/original/030161000_1783410987-Foto_1__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3305457/original/081708800_1606206369-20201124-Kementerian-PUPR-Siap-Terapkan-Teknologi-Transaksi-Pembayaran-Tol-Non-Tunai-Tanpa-Sentuh-5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528802/original/042524000_1773295370-IMG_2261.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535270/original/097408100_1773973777-08debdf3-2c35-4719-a6e6-2bbe385bdae7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539209/original/082047000_1774593652-2a129685-2a4e-4829-b883-9b0bd8c1346c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3536675/original/057156600_1628587637-WhatsApp_Image_2021-08-10_at_14.51.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530888/original/022536500_1773499556-Armada_Vietjet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1359256/original/030409200_1475124146-Pengusaha_Prajogo_Pangestu_Ikut_Tax_Amnesty-OK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4158340/original/041753300_1663171566-033118600_1662225472-ok_bbm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547853/original/042614700_1775473865-dpr1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509296/original/068715000_1771675865-PT_Kereta_Cepat_Indonesia_China__KCIC__memberikan_promo_khusus_bagi_tiket_Whoosh-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755300/original/053556900_1414072828-z6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3510179/original/051798900_1626238814-000_9EW4ZG.jpg)