125 Terminal BBM dan 7.885 SPBU Siap Layani Pemudik di Lebaran 2026

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kesiapan infrastruktur energi nasional selama masa Mudik Lebaran 2026. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ditunjuk untuk pemimpin tim.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, pihaknya menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU).

“Serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand yang tinggi,” katanya di BPH Migas, Kamis (12/3/2024).

Secara umum, lanjut dia, ketahanan stok bahan bakar minyak dinyatakan aman untuk seluruh jenis produk, termasuk gasoline, gasoil, kerosin, dan avtur. Pemerintah memproyeksikan konsumsi gasoline atau bensin meningkat sekitar 12% dari kondisi normal, sementara gasoil atau solar diperkirakan turun sekitar 14,5%. Di sisi lain, kebutuhan avtur diperkirakan meningkat 2,8% dan kerosin naik sekitar 4,2%.

Kemudian pada sektor LPG, Erika mengungkapkan, telah menyiagakan 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 6.662 agen LPG. Selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, pasokan LPG dipastikan stabil dengan kesiapan agen dan pangkalan yang siaga 24 jam, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi.

“Proyeksi penyaluran LPG selama periode posko diprediksi mengalami kenaikan sekat sekitar 4% jika dibandingkan dengan tersak penyaluran normal,” jelasnya.

Di sektor gas bumi, subholding gas Pertamina melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen menjaga distribusi gas kepada lebih dari 3.290 pelanggan komersial dan industri, sekitar 2.900 pelanggan kecil, serta lebih dari 818 ribu sambungan rumah tangga. Penyaluran tersebut didukung jaringan pipa gas sepanjang 33.400 kilometer yang terintegrasi, 13 SPBG, tiga Mobile Refueling Unit (MRU), dan tiga terminal LNG yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota.

Sementara itu, pasokan listrik nasional juga diproyeksikan dalam kondisi aman. Beban puncak listrik selama periode Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan mencapai 47.198 megawatt dengan daya mampu pasok sebesar 51.608 megawatt, sehingga tersedia cadangan sekitar 4.410 megawatt atau 9,3%. Pada hari H Idul Fitri, beban puncak diproyeksikan turun menjadi 35.017 megawatt dengan cadangan daya mencapai 16.950 megawatt atau sekitar 48,4%.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |