Alasan di Balik Penyatuan Seluruh Hotel BUMN di Bawah Injourney

2 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus mentransformasi sektor pariwisata nasional melalui konsolidasi portofolio hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah anak usahanya yakni PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari mandat pemegang saham untuk membangun sektor perhotelan nasional yang lebih kuat, terintegrasi, dan mampu meningkatkan nilai aset negara sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Transformasi tersebut memasuki tonggak penting melalui rangkaian penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) yang dilaksanakan pada 11 Juni 2026 dan dilanjutkan pada 26 Juni 2026. Kedua tahapan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun sektor perhotelan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Sebagai Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berperan melakukan orkestrasi dan mengakselerasi transformasi ekosistem pariwisata nasional. Dalam upaya tersebut, InJourney Hospitality menjadi entitas yang memimpin pengelolaan portofolio hotel BUMN untuk menghadirkan pengalaman hospitality berstandar global yang mengedepankan kekayaan budaya dam karakter khas Indonesia.

"Konsolidasi ini bukan sekadar penyatuan aset hotel, tetapi merupakan langkah transformasi untuk membangun fondasi industri hospitality Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global. Melalui InJourney Hospitality, kami ingin membangun portofolio hotel yang lebih terstruktur, mengangkat keunggulan heritage Indonesia sebagai diferensiasi yang ditawarkan untuk pelanggan, serta menciptakan value creation yang berkelanjutan,” tutur Direktur Utama InJourney, Maya Watono, Sabtu (27/6/2026).

Konsolidasi ini juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan fundamental yang selama ini dihadapi hotel-hotel BUMN, mulai dari fragmentasi brand, diferensiasi standar layanan, hingga optimalisasi kinerja operasional. Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, setiap aset diharapkan mampu mencapai potensi terbaiknya sekaligus menciptakan sinergi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem.

Tahap awal konsolidasi dimulai melalui penandatanganan CSPA pada 11 Juni 2026, yang mencakup pengalihan unit bisnis hotel milik InJourney Group kepada InJourney Hospitality, yaitu The Manohara Hotel, Pullman Mandalika, serta lima hotel bandara yang dikelola oleh IAS Group.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO) sebagai bagian dari penataan struktur kepemilikan portofolio hotel di lingkungan InJourney Group.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |