Purbaya Siapkan APBN untuk Riset dan Cetak Talenta Industri

5 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus dimanfaatkan sebagai instrumen utama untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta industrialisasi berbasis talenta. 

Hal tersebut disampaikan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Purbaya menjelaskan pemerintah berkomitmen menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan agar mampu menjalankan dua fungsi utama, yakni sebagai instrumen stabilisasi ekonomi sekaligus pendorong produktivitas, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," kata Purbaya.

Ia menilai kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan pelaku industri menjadi faktor penting untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2045.

"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," ujar Menkeu.

Pembangunan Talenta Sebagai Fondasi Utama

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah menempatkan pembangunan talenta sebagai fondasi utama pengembangan industri nasional. Karena itu, penguatan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) terus didorong dengan dipadukan bersama ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE) agar kemajuan teknologi tetap mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kementerian Keuangan juga memperkuat komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia melalui sejumlah kebijakan strategis, salah satunya penajaman program beasiswa LPDP. 

Mulai 2026, sekitar 80 persen beasiswa akan diarahkan ke bidang STEM dan industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi, maritim, serta manufaktur maju. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan transformasi ekonomi nasional.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |