Dari Desain ke Produksi, Ambisi India Masuk Peta Global Semikonduktor

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - India dikenal sebagai salah satu pusat desain chip komputer dan semikonduktor dunia. Keunggulan ini menjadi modal penting bagi negara tersebut untuk melangkah lebih jauh dalam industri teknologi global.

Salah satu pelaku industri, Arnob Roy, pendiri Tejas Networks—perusahaan chip yang berbasis di Bangalore—menegaskan bahwa kualitas pasokan chip merupakan faktor krusial bagi bisnisnya. Perusahaan Roy memasok peralatan untuk jaringan telepon seluler dan koneksi broadband, yang membutuhkan chip khusus dengan tingkat keandalan tinggi.

“Jaringan-jaringan ini tidak boleh mengalami gangguan. Keandalan, redundansi, dan operasi yang aman dari kegagalan sangat penting—arsitektur chip harus mendukung hal itu,” ujar Roy, dikutip dari BBC, Rabu (28/1/2026).

Seluruh chip Tejas Networks dirancang di India, negara yang selama ini dikenal memiliki sumber daya manusia unggul dalam desain semikonduktor. Diperkirakan sekitar 20 persen insinyur semikonduktor dunia berada di India, menjadikan negara ini ladang subur bagi pengembangan teknologi chip.

Sekretaris Bersama Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, Amitesh Kumar Sinha, menyebut hampir semua perusahaan chip besar dunia memiliki pusat desain utama atau kedua terbesar di India.

“Hampir setiap perusahaan chip global besar memiliki pusat desain terbesar atau terbesar kedua di India, yang mengerjakan produk-produk mutakhir,” kata Sinha.

Namun, ia mengakui masih ada satu tantangan besar. “Yang kurang di India adalah perusahaan yang memproduksi semikonduktor,” ujarnya.

Kelemahan di Balik Keunggulan

Selama puluhan tahun, industri semikonduktor global didominasi oleh Amerika Serikat dan negara-negara Asia Timur seperti Taiwan, China, Korea Selatan, dan Jepang. India selama ini lebih berperan sebagai “otak” di balik desain chip, sementara produksi fisik masih bergantung pada negara lain.

Kelemahan tersebut semakin terasa saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Krisis pasokan chip global memaksa banyak industri mengurangi produksi.

“Pandemi telah memperjelas bahwa manufaktur semikonduktor terlalu terkonsentrasi secara global, dan konsentrasi tersebut membawa risiko serius,” kata Roy.

Kondisi itu mendorong pemerintah India untuk mulai membangun industri manufaktur semikonduktor agar perannya dalam rantai pasok global menjadi lebih lengkap.

Dalam proses pembuatan chip, tahap pertama adalah desain arsitektur atau “otak” chip—bidang yang sudah dikuasai India. Tahap kedua adalah fabrikasi wafer, yaitu proses mengukir sirkuit pada silikon di pabrik khusus atau fab, yang saat ini masih didominasi negara Asia Timur.

Tahap ketiga adalah pengemasan dan pengujian, yakni memotong wafer menjadi chip individual, mengemasnya, serta memastikan chip berfungsi dengan baik. Tahap inilah yang kini menjadi target India.

Kaynes Semicon

Kaynes Semicon menjadi perusahaan pertama yang membangun fasilitas semikonduktor dengan dukungan pemerintah India. Perusahaan ini menginvestasikan US$260 juta untuk mendirikan pabrik perakitan dan pengujian chip di negara bagian Gujarat.

CEO Kaynes Semicon, Raghu Panicker, menegaskan bahwa pengemasan chip bukan sekadar tahap akhir yang sederhana.“Pengemasan bukan hanya memasukkan chip ke dalam kotak. Ini adalah proses manufaktur dengan 10 hingga 12 langkah,” ujarnya.

“Itulah mengapa pengemasan dan pengujian sama pentingnya dengan pembuatan chip itu sendiri. Tanpa tahap ini, wafer tidak berguna bagi industri,” tambah Panicker.

Ia juga menekankan bahwa India tidak perlu langsung mengejar teknologi paling canggih. “India tidak membutuhkan pusat data atau chip AI tercanggih sejak hari pertama. Bukan di situlah permintaan dan kekuatan kita saat ini,” katanya.

Roy pun optimistis. Menurutnya, dalam satu dekade ke depan, basis manufaktur semikonduktor yang signifikan akan muncul di India dan secara langsung mendukung perusahaan-perusahaan teknologi lokal.

Ia mengakui perjalanan membangun industri semikonduktor tidak akan singkat. Namun, dengan keunggulan desain yang sudah dimiliki, India dinilai berpeluang besar untuk bersaing dengan negara-negara unggulan industri semikonduktor dunia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |