Liputan6.com, Jakarta - Komitmen PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) dalam menjaga keamanan dan mutu produk herbal kembali mendapat pengakuan. Dalam Malam Inagurasi HUT Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke-25 tahun, Sido Muncul meraih BPOM Achievement Award kategori Pelopor Herbal Indonesia – Penjaga Marwah Jamu Aman Indonesia.
Penghargaan ini menjadi penanda penting bagi industri jamu nasional. Bukan sekadar prestasi, melainkan pengakuan atas konsistensi Sido Muncul dalam mengembangkan jamu berbasis ilmiah, yang aman dan khasiatnya dapat dipertanggungjawabkan.
Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menyampaikan terima kasih kepada BPOM atas penghargaan yang diberikan kepada Sido Muncul sebagai perusahaan jamu yang dinilai konsisten memastikan keamanan produknya melalui pendekatan sains.
“Penghargaan ini berkaitan dengan jamu yang berbasis ilmiah. Kategorinya adalah Pelopor Herbal Indonesia, Penjaga Marwah Jamu Aman Indonesia. Menurut BPOM, kami adalah perusahaan yang pertama kali menerapkan jamu berbasis ilmiah, keamanannya bisa dibuktikan dan khasiatnya juga bisa dibuktikan,” ujar Irwan Hidayat usai menerima penghargaan.
Irwan juga menegaskan bahwa dalam industri obat-obatan, klaim keamanan saja tidak cukup. Setiap produk harus melalui pengujian secara ilmiah. Karena itu, Sido Muncul terus berkomitmen produk - produknya harus lolos uji toksisitas dan uji khasiat.
“Suatu produk itu tidak bisa sekadar diklaim aman. Yang paling penting bagi kami sebagai pengusaha adalah membuat produk yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keamanannya, melalui uji toksisitas dan uji khasiat,” tegasnya.
Proses Penilaian Ketat dan Berbagai Pengujian
Lebih lanjut, Irwan menjelaskan, penilaian BPOM dilakukan secara langsung dan menyeluruh. Seluruh produk Sido Muncul masuk dalam kategori produk yang harus aman, bukan hanya di atas kertas, tetapi dibuktikan lewat berbagai pengujian.
Tak hanya uji toksisitas dan uji khasiat, Sido Muncul juga memastikan setiap batch produksi melalui pemeriksaan ketat. Mulai dari bebas pestisida, residu pupuk, logam berat, aflatoksin, DNA babi, hingga bebas cemaran etilen glikol dan dietilen glikol.
“Semua itu dilakukan di setiap batch produksi, sehingga setiap batch memiliki sertifikat analisa,” jelas Irwan.
Sebagai perusahaan dengan skala penjualan besar, Sido Muncul juga rutin menjalani inspeksi dan audit dari BPOM. Menurut Irwan, pengawasan ini bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun, baik terjadwal maupun insidental. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi produksi, sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan kepada konsumen.
Menjaga Kepercayaan di Era Media Sosial
Lebih jauh, Irwan menekankan bahwa penghargaan BPOM ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kepercayaan publik, terutama di era media sosial yang serba cepat.
“Sekarang ini zamannya media sosial. Dipertanyakan masyarakat sedikit saja, kepercayaan bisa langsung hilang. Tapi kami tidak mau berdebat di media sosial. Yang terpenting, kami bisa meyakinkan bahwa semua produk Sido Muncul berbasis ilmiah, diproduksi dengan proses yang memenuhi syarat, dan setiap hasil produksinya diuji,” ujarnya.
Irwan menekankan bahwa kunci utama ada pada keamanan produk, pabrik yang memenuhi standar, serta di setiap batch produksi terstandarisasi.
Hal senada disampaikan Research and Quality Operation Head Sido Muncul, Apt. Wahyu Widayani, S.Si., Ia menjelaskan bahwa audit dari BPOM dilakukan secara berkala dan menyeluruh.
“Audit itu ada yang bersifat insidental. Audit insidental minimal dilakukan setahun sekali, dan biasanya tanpa pemberitahuan. Karena namanya insidental, pemeriksaannya menyeluruh,” jelas Wahyu.
Selain audit insidental, Sido Muncul juga menjalani audit terkait sertifikasi dan perizinan, mulai dari suplemen, pangan, hingga obat tradisional, dengan standar yang berbeda untuk tiap kategori.
“Setiap batch pasti kami uji, mulai dari bahan baku, bahan dalam proses, hingga produk akhir. Semuanya harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya.
Kawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D menegaskan, peran BPOM di usia 25 tahun semakin krusial seiring meningkatnya tantangan di sektor obat dan makanan. Komitmen itu ditegaskan sejalan dengan visi besar pembangunan nasional.
“Di usia 25 tahun ini kita berkomitmen untuk mengawal kualitas obat dan makanan menuju Indonesia Emas 2045," kata Prof Taruna.
Dalam menjalankan mandatnya, BPOM menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama. Pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh langsung aspek fundamental yang menyangkut keselamatan publik.
Keamanan, kualitas, efikasi, menjadi fondasi kerja BPOM dalam memastikan setiap produk yang beredar aman dikonsumsi dan memiliki mutu yang teruji. Untuk itu, seluruh proses pengawasan dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Landasan kita cuma ada dua, satu adalah sains atau ilmu, itulah profesionalisme, dan kedua aturan-aturannya, memang dibuat untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat kita sebesar itu," kata Prof Taruna.
Lebih lanjut, Taruna menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil BPOM bukan hanya berdimensi teknis, tetapi juga moral dan etik. Seluruh kebijakan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
(*)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382980/original/088921900_1760611036-Ketua_Dewan_Ekonomi_Nasional__DEN__Luhut_Binsar_Pandjaitan-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3091151/original/041888500_1585735063-20200401-Inflasi-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490979/original/053391900_1770037175-Direktorat_Jenderal_Perkeretaapian__DJKA__Kementerian_Perhubungan_mengecek_kesiapan_LRT_Jabodebek-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488743/original/001479500_1769761752-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_13.21.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481614/original/018695800_1769139817-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490776/original/008067400_1770024471-IMG_0959.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5103468/original/042996800_1737457742-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490366/original/094360800_1770009135-Arahan_Prabowo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490854/original/015533300_1770027697-bca8a40d-4d5c-4591-9b23-6f55f3025b94.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211762/original/048881600_1746595387-20250507-Kunjungan_Bill_gates-AFP_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1650980/original/058211100_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448058/original/029769500_1765978349-1000181634.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377339/original/034194800_1760089873-WhatsApp_Image_2025-10-10_at_4.22.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387428/original/053594900_1761041499-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_06.51.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4594999/original/047400000_1696220197-Jokowi_Resmikan_Kereta_Cepat_Jakarta-Bandung_Whoosh-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4531309/original/096308400_1691557117-IMG-20230809-WA0003.jpg)