Prabowo Targetkan MBG Jangkau 82,9 Juta Orang Desember 2026

13 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa diberikan ke 82,9 juta orang paling lambat Desember 2026. Dengan jumlah itu, bisa membuka lapangan kerja hingga 5 juta orang. 

"MBG kita ini sudah sampai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026, paling lambat," ungkap Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Jumlah itu dipasok dari sekitsr 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sudah beroperasi. Masih ada 13.829 dapur MBG lagi yang masih dalam proses penilaian. Meski begitu, angka operasional saat ini mampu menyerap setidaknya 1 juta tenaga kerja.

"Dengan 22.000 saja sekarang kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 kali 50 orang yang digaji tiap hari, sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta," katanya.

Angka itu didapat pula dari banyaknya pemasok bahan baku ke dapur MBG. Dalam hitungan Prabowo, pemasok wortel, tomat, ayam, hingga ikan bisa mencapai 10-20 orang setiap SPPG. Jumlah pekerja ini bisa meningkat berkali lipat setelah penerima MBG mencapai 82,9 juta orang.

"Nanti di ujungnya kalau kita sampai 82 juta, kita akanmenciptakan 3 juta sampai 5 juta lapangan kerja," tandasnya.

MBG Serap Hampir 800 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Hingga setahun berjalan, program ini tercatat telah menyerap hampir 800 ribu tenaga kerja di berbagai daerah.

Kementerian Keuangan melaporkan total anggaran yang telah digelontorkan untuk MBG mencapai Rp 51,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 43,4 triliun disalurkan langsung dalam bentuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil, serta tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyebut MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Hingga saat ini, pemerintah telah membuka hampir 20 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pusat yang tersebar di berbagai wilayah.

“Saat ini, sudah ada 19.343 SPPG atau central kitchen yang mempekerjakan 789.319 pekerja,” jelas Thomas dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (8/1/2026).

Jangkau 56,7 Juta Orang

Menurutnya, keberadaan SPPG turut menggerakkan rantai pasok pangan, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor logistik. Dampak lanjutan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pemerataan ekonomi, terutama di daerah. Berdasarkan data terbaru, hingga Rabu (7/1/2026), program MBG telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi. Pemerintah pun berencana memperluas cakupan program ini sepanjang tahun berjalan.

Pada akhir tahun, total penerima manfaat MBG ditargetkan mencapai 82,9 juta orang. Seiring dengan perluasan tersebut, pemerintah berharap penyerapan tenaga kerja dan dampak ekonomi yang dihasilkan juga terus meningkat.

Dampak Ekonomi MBG

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung besarnya dampak ekonomi MBG dalam Perayaan Natal Nasional 2025, Senin (5/1/2026). Ia mengungkapkan para ahli dari Rockefeller Institute menilai MBG sebagai salah satu investasi pemerintahan yang paling efektif.

Menurut penilaian tersebut, setiap Rp1 investasi pada program MBG berpotensi menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5 hingga 35 kali lipat. Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi.

“Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” ujar Prabowo kala itu.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |