Prabowo Tegaskan Demo Rusuh Tak Akan Ciptakan Lapangan Kerja

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto nampak jengkel terhadap demonstrasi yang berujung kerusuhan. Dia menyadari banyaknya protes mengenai kebutuhan lapangan pekerjaan. Prabowo menyadari kebutuhan pekerjaan itu. Namun, dia menegaskan kalau pihak-pihak datang dengan protes, maka lapangan kerja itu tidak dapat dihadirkan.

"Kita semua paham rakyat kita butuh pekerjaan tapi kalau kita teriak-teriak kita mencela-mencela, menghardik-menghardik, enggak akan tercipta," ungkap Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dia masih membuka ruang untuk demonstrasi. Tapi di sisi lain, dia turut menduga ada pihak yang sengaja ingin membuat demo menjadi rusuh. "Sedikit-sedikit mau demo, demo boleh tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan, dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara," ucapnya.

"Saudara-saudara, kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara, bakar-bakar bom molotov, saya katakan itu membahayakan, itu pidana saya tidak ragu-ragu," sambung dia.

Prabowo menegaskan lagi, demo yang berujung rusuh tidak akan membuka lapangan pekerjaan baru. "Kalau demo silahkan, tapi mau bagaimana, mau demo kamu 5.000 kali demo tidak akan ada satu pabrik dibuka," tegasnya.

Kepala Negara kembali menduga kalau demo rusuh yang terjadi erat dengan adanya kepentingan asing. "Jadi kelompok-kelompok ini sadar atau tidak sadar saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing, yakin saya, yakin saya dan saya punya bukti dan saya menghimbau mereka, hai hai warga negara Indonesia apakah kau tidak kasihan sama rakyatmu?," tandas dia.

Tantang Pihak Bertarung

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyayangkan adanya pihak-pihak yang berupaya menjelekkan bangsa Indonesia. Ia menegaskan, perbedaan sikap terhadap beberapa orang seharusnya tidak dijadikan alasan untuk merusak nama baik bangsa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Kalau saudara tidak suka dengan 2 atau 3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo silakan 2029 bertarung,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung aksi demonstrasi yang kerap terjadi. Menurut dia, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara, namun ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak berujung pada kerusuhan.

Peringatan Prabowo ke Mantan Bos BUMN

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan rasa geramnya terhadap pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia bahkan menyebut mantan pejabat BUMN tinggal menunggu panggilan Kejaksaan Agung.

Prabowo memulai dengan cerita pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mengelola 1.040 BUMN dengan total aset USD 1 triliun. Sebelum hadirnya Danantara, aset itu dikelola oleh masing-masing perusahaan dengan jumlah ribuan tersebut.

"Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan, bayangkan gak? siapa yang bisa manage seribu perusahaan? ini akal-akalan," tegas Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo Geram

Prabowo kembali geram. Nadanya mulai meninggi dan mengatakan kalau pemimpin BUMN terdahulu harus bertanggung jawab. Dia bahkan mewanti-wanti pejabat BUMN nakal untuk bersiap menghadapi panggilan dari Kejaksaan Agung.

"Saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enak kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan," ucapnya.

Kepala Negara ini menyebut sempat mendapat pandangan sinis dari petinggi BUMN dahulu. Dia pun kembali mengulang soal peringatannya tadi. "Kan mereka ngejek Prabowo itu hanya bisa ngomong di podium aja 'oh iya?' ya tunggu aja panggilan, lu jangan nantang gue lu," tegasnya.

"Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Maha Besar, saya hanya takut itu," sambung RI 1.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |