Waspada Tumbler Hilang! Begini Prosedur Urus Barang Tertinggal di Kereta Api dan Stasiun

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta Prosedur mengurus barang tertinggal di kereta api tengah menjadi sorotan seiring kasus tumbler Tuku. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan ada standar operasi yang berlaku bagi barang penumpang yang tertinggal. Lantas, bagaimana prosedurnya berjalan?

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menyampaikan pihaknya terus memperkuat layanan penanganan barang tertinggal atau hilang (Lost and Found) di seluruh stasiun maupun di atas KA. Layanan ini hadir sebagai bentuk komitmen KAI dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan yang semakin responsif bagi seluruh pelanggan.

“Kami memahami bahwa kondisi perjalanan yang ramai dapat membuat pelanggan luput memastikan barang bawaannya. Karena itu, KAI memastikan adanya layanan Lost and Found yang terstandar sehingga barang dapat ditemukan dan dikembalikan dengan cepat kepada pemiliknya,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).

Setiap barang yang ditemukan petugas di kereta maupun stasiun akan segera diumumkan melalui pengeras suara. Apabila tidak ada pelanggan yang mengambil, barang tersebut disimpan di pos pengamanan stasiun dan dicatat dalam sistem Lost and Found. Petugas juga akan mengambil dokumentasi barang tertinggal tersebut untuk memudahkan proses lanjutannya.

“Kami mengutamakan akurasi data dan keamanan barang. Setiap item yang ditemukan akan diperiksa, didata, dan disimpan sesuai prosedur. Pelanggan juga diminta menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak disalahgunakan pihak lain,” tegas Anne.

Anne menambahkan KAI mengelola ribuan laporan barang tertinggal setiap tahun, sehingga kedisiplinan pelanggan dalam menjaga barang bawaannya sangat membantu efektivitas layanan Lost and Found.

“KAI terus meningkatkan kualitas layanan, namun kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa kembali seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun,” tuturnya.

Cara Pelaporan Barang Hilang atau Tertinggal

KAI menyarankan pelanggan mengikuti prosedur berikut ketika mendapati barangnya hilang atau tertinggal:

1. Laporkan segera di kereta.2. Jika masih dalam perjalanan, pelanggan dapat melapor kepada kondektur, petugas keamanan, atau petugas customer service on train.

3. Datangi layanan Lost and Found di stasiun kedatangan.

4. Petugas akan membantu melakukan pencarian dan pengecekan data.

5. Sampaikan detail barang dan data perjalanan. Termasuk ciri-ciri barang, kode booking tiket, serta lokasi terakhir barang terlihat.

6. Jaga kerahasiaan data pribadi. Hindari memberikan kode booking atau detail barang kepada pihak yang tidak berwenang.

7. Lakukan verifikasi dan pencocokan data.

8. Jika barang ditemukan, pelanggan harus memastikan barang tersebut benar miliknya.

9. Ambil barang sesuai prosedur resmi.

10. Petugas akan menyerahkan barang setelah pendataan dan pendokumentasian selesai.

11. Hubungi Contact Center KAI 121.

12. Pelanggan yang tidak dapat melapor langsung dapat menghubungi 121 atau WhatsApp 08111-2111-21.

KAI Mediasi Anita Dewi Pemilik Tumbler Tuku dan Petugas Stasiun, Ini Hasilnya

Sebelumnya, Nama Anita Dewi tengah menjadi sorotan netizen setelah unggahannya di Threads tentang tumbler Tuku yang hilang di KRL viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada 25 November 2025 ketika dia pulang kerja dan tanpa sadar meninggalkan cooler bag berisi tumbler dan labu ASI di KRL Commuter Line.

Usai kejadian tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan proses mediasi antara Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung dan Anita Dewi, salah satu pengguna Commuter Line yang sebelumnya melaporkan barang bawaannya berupa cooler bag berisi tumbler dan labu ASI di KRL Commuter Line tertinggal di dalam kereta.

Pertemuan kekeluargaan yang berlangsung di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, Kamis (27/11) malam ini menghasilkan kesepahaman bersama dari seluruh pihak. Melalui proses tersebut, KAI berharap persepsi publik menjadi lebih selaras dan informasi yang beredar di media sosial dapat kembali ke proporsi yang tepat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas layanan, sekaligus memastikan setiap Insan perusahaan memperoleh dukungan penuh dalam menjalankan tugas.

“Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Bobby, dikutip Jumat (28/11/2025).

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa langkah penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI Group terhadap setiap masukan pelanggan.

“KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar,” jelas Anne.

KAI Evaluasi Menyeluruh

Anne menambahkan bahwa KAI Group melalui KAI Commuter dan KAI Wisata akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).

“Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” ujar Anne.

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap memastikan barang bawaan berada dalam pengawasan, baik di area stasiun maupun selama berada di dalam layanan kereta api, Commuter Line, dan layanan KAI Group lainnya.

Nasib Petugas Stasiun Usai Viral Tumbler Anita Dewi Hilang, KAI Bantah Pecat: Pihak Mitra Masih Evaluasi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membantah melakukan pemecatan terhadap pegawainya usai viral curhatan penumpang kehilangan sebuah tumbler di KRL. Dalam unggahannya di media sosial X, penumpang bernama Anita Dewi bercerita tumbler miliknya hilang saat berada di dalam KRL. Kasus ini viral dan berimbas petugas Passenger Service stasiun mengaku dipecat.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menuturkan, pihaknya melakukan penelusuran untuk memastikan kejadian sebenarnya. KAI Commuter mengaku tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar. Alasannya, ada aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.

“Sebagai tahap awal, tentunya kami melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas front liner” ujar Karina melalui keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).

Karina juga menegaskan bahwa tidak ada pemberhentian terhadap petugas front liner seperti yang ramai dibahas di media sosial. “Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” tegasnya.

Karina menambahkan, seluruh petugas di lapangan selalu diarahkan untuk menjalankan SOP dengan baik agar pelayanan kepada pengguna tetap terjaga. Dia juga mengingatkan bahwa barang pribadi merupakan tanggung jawab penumpang.

"Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan," tegas Karina.

Menurut dia, setiap stasiun memiliki layanan lost and found dan setiap barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas. Jika tidak diambil dalam kurun waktu tertentu di stasiun tujuan akhir, maka barang tersebut akan dipindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut.

"Kami tetap mengajak seluruh pengguna commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal," tutup Karina.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |