23 Ribu Mobil Listrik Mudik Lebaran 2026, PLN Siapkan 4.769 SPKLU

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan mobil listrik saat mudik Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat signifikan. PT PLN (Persero) memperkirakan jumlah kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang digunakan masyarakat mencapai lebih dari 23 ribu unit, atau naik sekitar 60% dibandingkan tahun lalu.

Untuk mendukung lonjakan tersebut, PLN menyiapkan infrastruktur pengisian daya secara masif dengan menghadirkan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan daya saat perjalanan mudik.

"Seiring dengan meningkatnya adopsi EV di Indonesia, PLN terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pengisian dayanya. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir akan kehabisan daya selama perjalanan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman. Saat ini, daya mampu nasional mencapai sekitar 52 gigawatt dengan beban puncak sekitar 35 gigawatt.

"Dalam rangka siaga kelistrikan Idulfitri 2026, dari sisi ketersediaan daya mampu nasional (sekitar) 52 gigawatt, dan beban puncak sekitar 35 GW, sementara cadangan itu kita masih memiliki sekitar 17 gigawatt atau kondisinya aman," kata Yuliot.

SPKLU Tersebar di Jalur Mudik, Antisipasi Lonjakan Pengguna

PLN memastikan ketersediaan SPKLU merata di jalur mudik utama. Jarak antar SPKLU rata-rata sekitar 22 kilometer, sehingga memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam perjalanan jauh.

Khusus di jalur Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN telah menyiapkan 1.681 unit SPKLU di 994 titik, baik di jalan tol maupun non-tol. Jumlah ini meningkat sekitar 70% dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Selain itu, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU mobile di sejumlah titik strategis, terutama di exit tol, untuk mengantisipasi kebutuhan pengisian daya darurat.

"Selain kesiapan secara infrastruktur, untuk mendukung periode mudik ini kami juga telah menyiagakan lebih dari 5.000 personel yang bertugas memastikan SPKLU berfungsi optimal," kata Adi.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari antrean panjang serta memastikan layanan pengisian daya berjalan lancar selama periode mudik.

Teknologi Fast Charging dan Layanan Digital Permudah Pemudik

PLN juga meningkatkan kualitas layanan dengan menghadirkan teknologi pengisian daya yang lebih cepat. Sejumlah SPKLU kini telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging.

Selain itu, PLN menghadirkan fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) dalam aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat mengetahui lokasi SPKLU terdekat di sepanjang rute perjalanan.

Fitur AntreEV juga memungkinkan pengguna memantau antrean secara real time. Sementara itu, sistem pembayaran EV-TAP mulai diterapkan di sejumlah SPKLU di rest area Trans Jawa untuk mempermudah transaksi.

"Berbagai kemudahan kami sediakan bagi pelanggan, termasuk apabila ada pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan, cukup melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau hotline layanan SPKLU," ujar Adi.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, PLN memastikan perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik dapat berlangsung aman, nyaman, dan efisien.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |