Ekspor Indonesia 2025 Meningkat 6,15%, Ini Penopangnya

14 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat performa ekspor Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan tren positif. Total nilai ekspor mencapai USD 282,91 miliar, meningkat 6,15 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di level USD 266,52 miliar.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan ini mencerminkan daya tahan sektor perdagangan luar negeri nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. BPS mencatat ekspor non-migas sepanjang 2025 mencapai USD 269,84 miliar, tumbuh 7,66 persen dibandingkan tahun 2024. Capaian ini menjadi motor utama kenaikan total ekspor Indonesia selama setahun terakhir.

"Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 282,91 miliar atau naik 6,15 persen dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/2/2026).

Sebaliknya, ekspor migas justru mengalami tekanan. Nilainya tercatat sebesar USD 13,07 miliar, atau turun 17,69 persen secara tahunan. Pelemahan ini terutama dipengaruhi oleh penurunan volume dan harga komoditas migas di pasar global. Ekspor Menurut Sektor Dari sisi sektoral, ekspor non-migas ditopang oleh tiga kelompok utama. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat nilai ekspor USD 6,88 miliar, dengan pertumbuhan signifikan mencapai 21,01 persen dibandingkan 2024.

Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya membukukan ekspor USD 35,86 miliar. Namun, sektor ini masih menghadapi tekanan dengan penurunan sebesar 23 persen secara tahunan, seiring melemahnya permintaan dan harga komoditas tertentu.

Adapun industri pengolahan tampil sebagai kontributor terbesar ekspor non-migas. Nilainya mencapai USD 227,1 miliar, tumbuh 14,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Komoditas yang mengalami lonjakan ekspor di sektor industri pengolahan antara lain minyak kelapa sawit, barang perhiasan, barang kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya," ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |