Harga Emas Antam Hari Ini 2 Februari 2026 Meroket Rp 167.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

17 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam melesat pada perdagangan Senin, (2/2/2026). Harga emas Antam hari ini naik setelah anjlok signifikan pekan lalu.

Mengutip logammulia.com, harga emas Antam menguat Rp 167.000 menjadi Rp 3.027.000 per gram pada Senin, 2 Februari 2026. Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 2.860.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam turun Rp 21.000. Hari ini harga buyback emas Antam dibanderol Rp 2.633.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.633.000 gram.

Untuk diketahui, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Senin, 2 Februari 2026 untuk pengiriman Eskpedisi Pulogadung Jakarta:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.563.500.‎
  • Harga emas 1 gram: Rp 3.027.000.‎
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.994.000.‎
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.966.000.‎
  • Harga emas 5 gram: Rp 14.910.000.‎
  • Harga emas 10 gram: Rp 29.765.000.‎
  • Harga emas 25 gram: Rp 74.287.000.‎
  • Harga emas 50 gram: Rp 148.495.000.‎
  • Harga emas 100 gram: Rp 296.912.000.‎
  • Harga emas 250 gram: Rp 742.015.000.‎
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.483.820.000.‎
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.967.600.000.
  •  

Menebak Harga Emas Pekan Ini, Cetak Rekor atau Ambles Parah?

Sebelumnya, harga emas mengalami pergerakan yang signifikan di pekan terakhir Januari 2026 . Harga emas dunia melonjak menembus rekor harga baru hingga menyentuh USD 5.600, lalu mendadak berhenti dan anjlok lebih dalam serta lebih cepat dibandingkan periode mana pun dalam ingatan terkini.

Meski demikian, secara keseluruhan penurunan harga pada akhir pekan tercatat kurang dari 2%.

Gerak Harga Emas Pekan Lalu

Melansir Kitco News, Senin (1/2/2026), pada awal pekan kemarin, harga emas spot dibuka di level USD 5.021,97. Sesi awal perdagangan relatif tenang, dengan pergerakan dalam rentang sekitar USD 60 hingga mendekati USD 5.100.

Sempat terjadi koreksi singkat yang menguji level support USD 5.000 per ons tak lama setelah penutupan pasar saham Amerika Utara pada Senin.

Tekanan besar akhirnya muncul pada Jumat pagi. Harga emas merosot hingga menyentuh titik terendah mingguan di USD 4.679,51 per ons. Upaya pemulihan gagal membawa harga kembali ke atas USD 5.000. Sehingga emas bergerak liar di rentang USD 4.840 hingga USD 4.900 hingga akhir pekan, menutup salah satu pekan paling ekstrem dalam sejarah perdagangannya.

Pandangan Pelaku Pasar

Survei Emas Mingguan terbaru dari Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street terpecah dan belum mencapai kesepakatan mengenai arah emas dalam jangka pendek. Sebaliknya, investor ritel masih mempertahankan kecenderungan bullish.

Harga Emas Sulit Ditebak

Analis pasar senior Barchart.com Darin Newsom mengatakan, melihat harga emas akan sulit ditebak pada pekan ini, apakah akan naik, turun, atau mendatar.

“Mustahil untuk menebak arahnya saat ini. Pasar mulai mencatatkan rentang harian ratusan dolar, dan emas tidak sendirian karena perak dan tembaga juga melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan menilai harga emas akan naik. Menurutnya, jika penurunan pada Jumat adalah akibat dari Presiden Trump yang menunjuk Ketua Federal Reserve berikutnya, ia sepenuhnya memperkirakan hal itu akan berdampak jangka pendek.

“Karena janji suku bunga yang lebih rendah baik untuk emas. Dan secara fundamental, tidak ada yang berubah,” tuturnya.

Adrian Day, presiden Adrian Day Asset Management, berpandangan tren emas tidak banyak berubah.

“Emas perlu melepaskan tekanan dan mungkin akan terus berada di kisaran tersebut selama sekitar seminggu. Namun, mari kita lihat dari perspektif yang lebih luas. Penurunan besar ini hanya membawa kita kembali ke posisi kita pada tanggal 27, dan kita berada di titik tertinggi sepanjang masa secara mingguan,” tuturnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |