90 Tahun di Hati Indonesia, CEO Global Bata Ungkap Strategi Transformasi dan Komitmen Besar untuk Masa Depan

23 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta Bicara soal brand sepatu yang familiar di masyarakat Indonesia, nama Bata jelas memiliki makna tersendiri. Mungkin masih melekat di ingatan masa kecil, di mana sepatu sekolah baru jadi bagian dari tradisi tahun ajaran baru. Pengalaman datang langsung ke toko Bata jadi hal yang menimbulkan rasa excitement tersendiri. Namun pertanyaannya, apakah nostalgia tersebut masih terasa relevan di tengah perubahan zaman saat ini? 

Di tengah perubahan besar industri retail dan gaya hidup modern, Bata yang telah hadir selama lebih dari 90 tahun di Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai brand global dengan akar lokal yang kuat. Salah satu sosok yang memegang peranan penting dalam transformasi itu adalah Panos Mytaros, CEO Global Bata yang resmi menjabat pada 2025.

Panos memiliki perjalanan panjang di industri sepatu kulit. Selama 27 tahun berkarier di ECCO, ia menutup pengabdiannya dengan menjabat sebagai Group CEO. Panos hadir ke Bata membawa visi yang tegas, yaitu menjadikan Bata kembali relevan, modern, dan dekat dengan konsumen di Indonesia.

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama Liputan6.com di Bata HQ Jakarta pada Rabu (26/11/2025), Panos membagikan banyak hal. Mulai dari nostalgia masa kecil masyarakat Indonesia, strategi transformasi bisnis, prinsip sustainability, hingga komitmen jangka panjang Bata di tanah air.

Transformasi Bata: Menjawab Perubahan Konsumen

Panos memahami bahwa perubahan besar yang terjadi di Bata menimbulkan banyak pertanyaan. Namun baginya, transformasi adalah sebuah keharusan bagi brand yang telah melewati hampir satu abad perjalanan.

“Bata sudah berada di Indonesia lebih dari 90 tahun, dan transformasi itu sangat diperlukan setelah perjalanan selama itu. Dunia berubah, dan konsumen juga berubah. Banyak anak Indonesia tumbuh memakai sepatu Bata, tapi setelah dewasa tidak semua kembali memakai Bata. Maka transformasi ini penting untuk membawa Bata kembali kepada konsumen Indonesia dan membuatnya lebih kuat dari saat ini,” ujarnya.

Transformasi ini berakar pada kekuatan warisan Bata sebagai brand yang terasa sangat lokal oleh masyarakat Indonesia, meski berstatus global.

“Kami merasa Bata seperti brand Indonesia yang tumbuh di Indonesia. Jadi tujuan kami adalah membuat sepatu Bata lebih tersedia untuk lebih banyak masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Penutupan Pabrik dan Komitmen Jangka Panjang

Keputusan Bata menutup fasilitas produksi lokal menjadi salah satu isu yang paling banyak dibicarakan. Meski menimbulkan kekhawatiran terkait masa depan Bata, Panos menegaskan bahwa kenyataannya hal ini sangat penting untuk dilakukan.

Menurutnya, industri sepatu modern kini bergerak dengan pendekatan yang lebih fleksibel, di mana lokasi produksi tidak harus berada di lokasi penjualan. Di banyak negara, kerja sama dengan mitra manufaktur justru memungkinkan efisiensi dan kapasitas yang lebih besar.

“Di dunia sekarang, tempat memproduksi sepatu dan tempat menjualnya tidak selalu harus sama. Yang bisa saya katakan, Bata justru akan memproduksi lebih banyak sepatu di Indonesia, bukan lagi di pabrik kami sendiri, tetapi melalui mitra manufaktur. Bata juga akan menjual lebih banyak sepatu di toko-toko Indonesia,” jelasnya.

Ia tidak menyanggah bahwa penutupan pabrik adalah keputusan berat, tetapi langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang lebih besar.

“Penutupan pabrik memang menyakitkan, tetapi perlu. Dan itu tidak berarti Bata berhenti berkarya di Indonesia. Justru sebaliknya, kami akan membuat lebih banyak sepatu di Indonesia, dan menjual lebih banyak di sini,” tegas Panos.

Menemukan Kembali Konsumen Bata

Di tengah transformasi, Panos menekankan pentingnya memahami siapa konsumen utama Bata saat ini, apakah itu anak sekolah, pekerja, atau masyarakat yang mencari sepatu untuk aktivitas tertentu.

“Setiap transformasi harus dimulai dari memahami konsumen. Bukan soal mengikuti tren, tapi relevan dengan apa yang diinginkan konsumen hari ini. Bata harus memahami kepada siapa sepatu kami dijual: apakah itu anak sekolah, pekerja, atau mereka yang mencari sepatu untuk aktivitas tertentu. Kejelasan ini penting. Tetap melakukan hal yang sama seperti apa yang pernah Bata lakukan di masa lalu bukan lagi pilihan yang relevan,” katanya.

Dengan memahami konsumen secara lebih mendalam, Bata berharap bukan hanya dikenang karena masa lalu, tetapi kembali dipilih karena fungsionalitas dan kualitas produknya.

Indonesia, Salah Satu Fokus Global Bata

Bata dikenal sebagai brand global dengan banyak ‘local hearts’, dan Indonesia adalah salah satu negara yang memegang peranan penting. Hal ini bukan hanya karena sejarah panjangnya di tanah air, tetapi juga karena karakter konsumen Indonesia yang dinamis dan populasi besar yang terus berkembang.

“Bata adalah perusahaan global dengan banyak hati lokal. Di Indonesia, hati itu adalah hati konsumen Indonesia. Kami harus berbicara dengan bahasa mereka, memberikan sepatu yang sesuai kebiasaan, kebutuhan, dan aspirasi mereka, tapi tetap membawa relevansi global yang diinginkan setiap konsumen,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia berada dalam tiga prioritas teratas pasar global Bata.

“Indonesia masuk dalam tiga prioritas teratas saya di seluruh dunia. Alasannya jelas, kami sudah 90 tahun di sini, konsumen mengenal kami, dan Indonesia adalah negara besar dengan hampir 300 juta penduduk. Ini pasar yang sangat kami percaya. Kami memiliki fokus yang besar di Indonesia,” lanjut Panos.

Menghidupkan Nostalgia dengan Sentuhan Modern

Hubungan emosional masyarakat Indonesia terhadap Bata merupakan modal besar bagi brand. Namun, menurut Panos, nostalgia saja tidak cukup bila tidak dihadirkan kembali dalam produk yang relevan dengan gaya hidup masa kini.

“Nostalgia dari masa lalu hanya berarti sesuatu jika diterjemahkan secara modern. Banyak orang Indonesia berkata mereka memakai Bata waktu kecil, tapi tidak merasa dekat dengan Bata saat ini. Tugas kami adalah membawa kembali perasaan itu, kenyamanan, kepercayaan, dan emosinya, dalam bentuk sepatu yang relevan untuk berbagai usia dan gaya hidup,” ujarnya.

Bata juga ingin hadir lebih aktif di media sosial seiring dengan kebiasaan digital generasi muda.

“Anda akan melihat Bata lebih vokal di media sosial, terutama menjelang Idul Fitri nanti. Generasi muda menghabiskan banyak waktu di media sosial, jadi kami harus hadir dengan cara yang autentik. Kami tidak ingin jadi sekadar hype, kami ingin benar-benar terhubung,” jelas Panos.

Inovasi pun akan menjadi pilar penting. Bata akan menghadirkan kembali produk-produk ikonik, namun dengan pendekatan modern, baik dari desain, kenyamanan, hingga pengalaman toko yang lebih relevan.

“Inovasi yang penting adalah yang bisa dirasakan konsumen. Kami akan membawa kembali ikon-ikon Bata dengan cara yang modern. Toko-toko kami juga akan tampil berbeda dan lebih merepresentasikan identitas kami dengan tujuan agar konsumen bisa berkata, ‘Ini adalah heritage Bata, tapi sangat cocok untuk saya hari ini.’ Itulah arti inovasi bagi kami, secara visual dan emosional,” jelasnya.

Saat ini, Bata masih aktif dengan lebih dari 200 toko offline di seluruh Indonesia, didukung jaringan e-commerce yang kuat dan terus berkembang.

Sustainability sebagai DNA Bata

Di tengah perkembangan industri global, Bata tetap memegang teguh prinsip sustainability atau keberlanjutan dalam setiap proses bisnisnya.

Sustainability bukan sesuatu yang dilakukan sekali untuk marketing. Itu harus dijalani setiap hari. Buat kami, hal ini sangat penting dalam setiap tempat di mana kami membuat manufaktur, di setiap produk yang kami hasilkan. Setiap produk harus memiliki sisi keberlanjutan yang nyata, bukan sekadar cerita. Sustainability adalah budaya dan bagian dari DNA kami,” tegas Panos.

Pesan untuk Konsumen Indonesia

Di akhir perbincangan, Panos menyampaikan pesan personal yang mencerminkan betapa pentingnya Indonesia dalam perjalanan Bata.

“Indonesia sangat penting bagi Bata. Saya ingin konsumen percaya bahwa Bata dulu ada di Indonesia, sekarang ada di Indonesia, dan akan terus ada di Indonesia. Kami akan menjadi lebih besar di Indonesia. Lebih banyak toko, lebih banyak konsumen, lebih banyak sepatu yang dibuat di sini. Bata telah terhubung dengan Indonesia selama generasi, dan kami ingin terhubung lagi dengan lebih kuat,” tutupnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |