Laporan Liputan6.com dari Bangkok: Mengunjungi Kafe Ganja, 96% Pengunjung Turis Asing

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Thailand dikenal sebagai negara pionir di Asia yang melegalisasi penggunaan ganja untuk rekreasi. Meskipun muncul wacana dari pemerintah setempat untuk memperketat peredaran cannabis secara komersial, namun kafe ganja masih tersebar di beberapa titik di Bangkok, ibu kota Thailand.

Liputan6.com berkesempatan mengunjungi Si Lom, salah satu kawasan bisnis utama di Bangkok. Setidaknya ada sebanyak 6 toko atau kafe yang menjajakan ganja di subdistrik tersebut.

Salah satunya Michi Cannabis Bar, yang terletak di jalan kecil Silom Soi 7. Pengunjung bisa membeli sekaligus menikmati langsung ganja untuk keperluan hiburan di sana.

Syn, seorang wanita muda yang berjaga di sana mengatakan, mayoritas pengunjung di kafenya merupakan turis asing yang kebanyakan berasal dari negara di Asia.

"Kebanyakan dari Asia, kayak Jepang, China, Taiwan. Kita juga punya pelanggan dari Rusia dan Amerika (Serikat). Turis asing sekitar 95-96 persen (dari total pengunjung di toko ini)," jelas dia saat berbincang dengan Liputan6.com.

Kebanyakan pengunjung datang ke kafe itu untuk mengkonsumsi ganja sebagai alat rekreasi.

"Mereka hanya ingin bersantai di sini," kata Syn tersenyum tipis.

Jual Ganja hingga Minuman Keras

Adapun Michi Cannabis Bar menjajakan beberapa jenis ganja, mulai dari sativa, indica, dan hybrid. Ketiga jenis olahan tanaman tersebut pun dijual menjadi beberapa produk, dengan rentang harga antara 400-900 baht, atau sekitar Rp 214.400 hingga Rp 482.400.

Selain ganja, kafe tersebut juga menawarkan 7 produk minuman keras buatan sendiri, yang dijual dengan harga 250 baht (Rp 134.000) untuk porsi satu gelas.

Para pengunjung diperkenankan untuk mengkonsumsi ganja di tempat. Selain dibakar, kafe tersebut turut menyediakan bong, sejenis pipa air yang digunakan untuk menghisap ganja.

Toko Ganja Menjamur sejak 2023

Menurut Syn, kafe atau toko yang menjual ganja untuk keperluan rekreasional semakin menjamur di Thailand. Keberadaan mereka pun telah diatur secara hukum, selama toko bersangkutan punya izin resmi untuk berjualan.

"Sejak 2023 ada banyak toko ganja di sekitar Thailand. Kita harus memiliki lisensi penjualan. Jika tidak, kita tidak bisa menjualnya," ungkap dia.

Michi Cannabis Bar sendiri telah beroperasi sejak 2023. "Pemerintah Thailand melegalisasi industri kanabis (untuk rekreasi) pada pertengahan 2022. Saya pikir kami baru dibuka pada tahun 2023 dan sekarang sudah lebih dari 2 tahun," tuturnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |