Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia khawatir tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, melemahnya rupiah akan berpengaruh ke beban pengusaha yang dominan mengambil bahan baku impor.
Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani khawatir jika rupiah menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS. Pasalnya, hal itu akan berdampak langsung ke pengusaha.
"Kalau kita berharap jangan sampai itu Rp 17.000 (per dolar AS) atau lebih ya. Karena memang itu akan berdampak pada dunia usaha," kata Aviliani di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dia mengatakan, sektor usaha manufaktur yang akan paling terdampak pelemahan nilai tukar ini atas penggunaan bahan baku impor. "Karena manufaktur kan hampir ketergantungan impornya sangat tinggi. Kita belum punya substitusi impor," katanya.
"Yang kedua adalah pangan. Kita kan cuma mikirin beras aja, tapi di luar beras kita masih impor. Nah ini juga akan berdampak pada inflasi pangan. Makanya itu perlu dijaga, nilai tukar," tambah Aviliani.
Harus Dijaga
Dia menilai, pelemahan nilai tukar rupiah akan berpengaruh pada utang luar negeri RI. Lalu, menjadi tambahan beban perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor. Selain itu, dia juga melihat dampaknya pada inflasi.
Aviliani mencatat, ada arus penarikan dana dari inbestor asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hampir Rp 100 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp 122 triliun.
Dia berharap kebijakan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) wajib di bank nasional bisa menjaga nilai tukar rupiah. "Kita harapkan nanti dengan DHE yang akan diberlakukan oleh pemerintah, itu paling tidak menjaga cadangan divisa, dan itu juga bisa menjaga rupiahnya," ucapnya.
"Tapi memang di sini Bank Indonesia harus mempersiapkan juga likuditas dolar. Karena sekarang kan sudah mulai 4 persen kan, bunga dana itu agak mahal. Sehingga kalau mahal itu juga akan berdampak pada kredit dalam USD," imbuh Aviliani.
Menkeu Pede Rupiah Menguat
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat dalam dua pekan kedepan. Keyakinan investor digadang menjadi salah satu faktornya.
Diketahui, rupiah sempat loyo di level Rp 16.870 per dolar AS. Itu menguat dari sebelumnya yang menyentuh Rp 16.877 per dolar AS. Purbaya meyakini nilai tukar rupiah akan membaik.
"Dua minggu ini (rupiah akan menguat)," kata Purbaya, ditemui di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dia menjelaskan, hal tersebut bisa terjadi ketika ekonomi Indonesia membaik kedepannya. Para pemilik modal akan melihat hal tersebut dan arus modal akan tertarik ke Tanah Air.
Perbaikan Ekonomi
"Kalau nanti ekonominya membaik terus Harusnya rupiah kan menguat juga hampir otomatis. Kenapa? Karena Orang Modal-modal asing akan masuk, mereka akan masuk ke tempat yang negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," tutur dia.
Dia memperkirakan, ekonomi RI akan tumbuh 5,45 persen di kuartal IV-2025. Kemudian, berangsur membaik ke 6 persen pada 2026 ini. "Kita akan dorong ke arah sana. Jadi kalau itu mereka udah yakin, jadi anda gak usah takut, fondasi kita kuat, rupiah akan masuk karena modal akan masuk ke sini," ujarnya.
"Dan orang Indonesia yang menaruh uangnya di sana ke luar negeri juga akan balik karena dia akan berbisnis di sini, karena orang Indonesia gak bisa berbisnis di luar negeri, mereka gak biasa bersaing sehat di sana," sambung Bendahara Negara ini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474549/original/012607000_1768484602-1000207068.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474330/original/024234900_1768473205-1000206994.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5251910/original/029782700_1749812779-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473441/original/049733000_1768444193-1000026119.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474515/original/031190800_1768481551-Medix_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1724686/original/052391300_1506685195-20170929-Target-Pertumbuhan-Ekonomi-2018-Realistis-Fanani-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474327/original/052863900_1768473154-1000206991.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365478/original/041423300_1759195708-1000017300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474095/original/056451300_1768466413-Screenshot_2026-01-15_140338.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437712/original/017043800_1765260963-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441200/original/014898000_1765457527-1000175666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473945/original/019956600_1768462493-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_14.30.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1770927/original/084181900_1510736171-Nikel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473771/original/049558100_1768456254-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_09.23.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473764/original/080050400_1768455604-Sosialisasi_KAI.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)