Makin Mahal, Harga Perak Tembus Rekor Baru

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak global dan domestik kembali mengukir sejarah baru pada Sabtu, 24 Januari 2026, melanjutkan tren kenaikan signifikan yang telah terjadi. Di pasar internasional, harga perak spot dilaporkan melonjak hingga mencapai US$100,49 per ons, menandai rekor tertinggi sepanjang masa.

Fenomena serupa terjadi di pasar domestik Indonesia, di mana harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga mencetak rekor all time high (ATH) baru, menembus level Rp64.250 per gram. Kenaikan drastis ini mengindikasikan kuatnya minat investor dan berbagai faktor fundamental yang mendukung reli harga logam mulia ini.

Lonjakan harga perak ini tidak hanya menjadi sorotan para investor, tetapi juga menarik perhatian pelaku industri dan pengamat pasar. Banyak pihak bertanya-tanya mengenai faktor-faktor pendorong di balik kenaikan yang luar biasa ini serta bagaimana prospek harga perak di masa mendatang.

Pergerakan Harga Perak Global yang Fantastis

Pada Jumat malam, 23 Januari 2026, waktu AS, harga perak di bursa internasional dibuka menguat tajam sebesar 7,31% ke level USD 103,08 per troy ons. Ini merupakan kali pertama harga perak spot berhasil melampaui ambang batas psikologis US$100 per troy ons.

Kemudian, pada Sabtu, 24 Januari 2026, harga spot perak di bursa internasional tercatat naik menjadi sekitar USD 98,92 per ons, meningkat sekitar USD 7 dibandingkan sesi pagi tanggal 23 Januari. Bahkan, beberapa laporan menunjukkan harga spot melonjak hingga USD 100,49 per ons pada pukul 01.48 WIB.

Harga perak berjangka juga menunjukkan performa impresif, dengan harga saat ini berada di 101,333 USD, setelah sebelumnya ditutup pada 96,372 USD. Pada 23 Januari 2026, kisaran harga per troy ounce berada di USD 96,58 hingga USD 99,08 USD. Sebelumnya, pada 22 Januari 2026, perak telah naik menjadi 96,45 USD/t.oz, meningkat 3,59% dari hari sebelumnya.

Lonjakan Harga Perak Antam di Pasar Domestik

Di pasar domestik, harga perak batangan Antam mengalami lonjakan drastis. Pada 23 Januari 2026, harga perak Antam melonjak sebesar Rp3.050 per gram, untuk pertama kalinya melampaui level psikologis Rp60.000, dengan harga dasar per gram mencapai Rp60.600.

Kenaikan ini berlanjut pada 24 Januari 2026, di mana harga perak Antam melonjak Rp3.650 menjadi Rp64.250 per gram, menandai rekor tertinggi baru. Harga perak per gram dalam Rupiah Indonesia pada 23 Januari 2026 UTC adalah 55.720 IDR, dengan perubahan 7,08%.

Selain itu, estimasi harga perak murni lainnya pada Januari 2026 juga menunjukkan angka yang menarik. Perak Murni 5 Gram diperkirakan sekitar Rp477.500, sedangkan Perak Murni 10 Gram sekitar Rp852.500. Untuk perak batangan 1 Kg, harganya berkisar antara Rp42.440.800 hingga Rp69.999.000, tergantung pada merek dan sertifikasi.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Perak

Kenaikan harga perak yang signifikan ini didorong oleh beberapa faktor fundamental. Salah satunya adalah permintaan industri yang berkelanjutan, terutama dari sektor panel surya dan kendaraan listrik (EV) yang terus meningkat. Ketatnya pasokan global juga menjadi pendorong utama di balik reli harga ini.

Selain itu, minat investor ritel yang meningkat dan fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) turut memberikan momentum pada reli perak. Perak juga semakin diminati sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik, yang memicu investor untuk mencari perlindungan nilai.

Pelemahan indeks dolar AS juga memberikan dukungan tambahan bagi reli harga logam mulia. Gelombang pembelian ritel di China serta spekulasi pasar juga berkontribusi pada lonjakan permintaan dan fluktuasi harga perak.

Tren dan Prospek Harga Perak ke Depan

Performa perak dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang sangat positif. Dalam empat minggu terakhir, harga perak telah melonjak sekitar 34% hingga 37%. Secara lebih spesifik, selama sebulan terakhir, harga perak telah naik 34,99%.

Dalam skala tahunan, perak mengalami kenaikan luar biasa lebih dari 200% dalam 12 bulan terakhir. Dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu, harga perak naik 216,63%. Harga perak berjangka bahkan telah berubah sebesar 229,950% dalam setahun terakhir, menunjukkan volatilitas sekaligus potensi keuntungan yang besar.

Dengan berlanjutnya permintaan industri, daya tarik sebagai aset aman, serta kondisi makroekonomi yang mendukung, prospek harga perak diperkirakan akan tetap menarik. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan faktor-faktor ini untuk mengidentifikasi peluang investasi di masa depan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |