Bulog Tak Impor Daging Beku untuk Ramadan dan Lebaran 2026

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog tak akan mengimpor daging kerbau beku menjelang ramadan dan lebaran Idulfitri 2026 ini. Kuota impor daging beku akan dialihkan ke BUMN lain.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pihaknya tidak mendapat alokasi kuota untuk mengimpor daging kerbau beku. Padahal, biasanya Bulog mengimpor daging beku untuk pemenuhan stok nasional.

"Daging kerbau beku, jadi sesuai dengan arahan dari Pak Menteri Pertanian kemarin, kuotanya sudah diberikan ke BUMN dalam hal ini khususnya ke Berdikari. Jadi Bulog tidak mengimpor daging beku," kata Rizal, ditemui di Jakarta, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Impor daging beku akan dilakukan oleh PT Berdikari, anggota Holding BUMN Pangan, ID Food. Sementara, Bulog akan fokus pada penyediaan komositas lainnya yang juga tak kalah penting.

"Jadi Bulog fokus dengan beras, minyak, kemudian gula dalam hal ini untuk men-support kebutuhan-kebutuhan masyarakat," katanya.

Terpisah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan seluruh perizinan impor daging sapi untuk tahun 2026 telah diterbitkan. Izin tersebut mencakup penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan serta perusahaan swasta yang mengajukan permohonan.

250 Ribu Ton

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kemendag, Tommy Andana, mengatakan seluruh izin impor telah keluar sesuai dengan penetapan pemerintah.

“Semuanya sudah keluar. Semua penugasan BUMN 250 ribu sudah keluar semua, swasta juga sudah,” ujar Tommy dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan neraca komoditas 2026, pemerintah menetapkan kuota impor daging sapi sebanyak 297 ribu ton. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar diberikan kepada BUMN pangan dengan kuota sekitar 250 ribu ton, sementara importir swasta memperoleh kuota sekitar 30 ribu ton.

Izin Sudah Lengkap

Tommy menegaskan bahwa seluruh proses perizinan telah dilakukan sesuai ketentuan dan kebijakan neraca komoditas yang berlaku. Saat ini, pemerintah hanya tinggal menunggu realisasi impor oleh para pemegang izin.

Seluruh kuota impor daging sapi untuk BUMN pangan diberikan kepada PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Kedua BUMN tersebut ditugaskan pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di dalam negeri.

“Sudah lengkap, sudah keluar permohonan izinnya. Tinggal realisasinya,” imbuh Tommy.

Suplai Stok Dalam Negeri

Ia menjelaskan, Kemendag telah menjalankan perannya dalam memastikan kelancaran perizinan impor sesuai dengan kebutuhan nasional. Dengan izin yang sudah terbit, diharapkan pasokan daging sapi dapat segera masuk ke pasar dan meredam gejolak harga.

Kebijakan ini menjadi sorotan di tengah tingginya harga daging sapi yang memicu keluhan pedagang dan konsumen. Pemerintah menilai keterlibatan BUMN sangat penting agar negara memiliki kendali lebih besar terhadap distribusi dan stabilisasi harga pangan strategis tersebut.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat peran negara dalam pengelolaan komoditas pangan utama, terutama menjelang periode permintaan tinggi.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |