Kualitas Bangunan di Desa Kini Tak Kalah dengan Standar Internasional

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Upaya memperkuat kualitas pembangunan di desa kini menemukan mitra global. Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Oriental Yuhong Indonesia.

Sebuah perusahaan material konstruksi asal China, yang akan menghadirkan standar ketahanan bangunan berkelas internasional ke wilayah pedesaan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kemitraan ini tidak hanya menyangkut distribusi produk, tetapi juga mencakup rencana pembangunan fasilitas pabrik di Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Langkah ini diharapkan memperkuat rantai pasok nasional sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor industri bahan bangunan.

Presiden Direktur PT Oriental Yuhong Indonesia, Li Zhiyong, menyebut kerja sama ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar hubungan dagang, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia,” ujar Li, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Oriental Yuhong merupakan perusahaan multinasional yang berdiri sejak 1995 dan masuk dalam daftar 10 besar dunia di sektor waterproofing dan material konstruksi. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 100 negara dengan dukungan lebih dari 60 pabrik dan pusat riset.

Ketua PPDI DIY, Johan Enri Kurniawan, mengatakan kerja sama ini lahir dari kegelisahan perangkat desa terhadap rendahnya daya tahan bangunan di wilayah pedesaan.

“Selama ini banyak bangunan desa yang cepat rusak. Kami ingin membawa teknologi yang sudah teruji di berbagai negara agar kualitas pembangunan desa meningkat,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua PPDI Jawa Tengah, Herry Purnomo. Menurut dia, kemitraan ini memberikan kepastian kualitas bagi para pengembang desa yang selama ini kerap ragu terhadap daya tahan material yang tersedia.

“Para pengembang kini memiliki akses terhadap material yang telah teruji secara global,” ujar Herry.

Penguatan Kapasitas SDM

Selain distribusi produk, kerja sama ini juga menitikberatkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di desa. Oriental Yuhong akan memberikan pelatihan gratis kepada PPDI dan anggotanya agar masyarakat desa memiliki keterampilan profesional dalam aplikasi cat dan jasa pengecatan.

Sebagai bagian dari program tersebut, Oriental Yuhong juga berencana mengirim lima orang perwakilan PPDI untuk mengikuti pelatihan langsung di Beijing, China. Mereka nantinya diharapkan menjadi pelatih bagi anggota PPDI di daerah.

Kerja sama ini juga mencakup transfer pengetahuan dan teknologi kepada pelaku konstruksi lokal. Selain produk utama Oriental, berbagai merek cat dan material bangunan lainnya juga akan dipasarkan melalui jaringan PPDI, sehingga desa memiliki pilihan yang lebih beragam dan kompetitif.

Melalui kemitraan ini, PPDI berharap pembangunan infrastruktur desa ke depan tidak lagi sekadar mengejar kecepatan, tetapi juga mengedepankan mutu, keselamatan, dan keberlanjutan.

Ganti Rumah Rusak, Kementerian PKP Siapkan Relokasi Hunian di Aceh

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) mendata kerusakan rumah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Kementerian PKP juga telah menerjunkan empat tim untuk menyiapkan relokasi hunian bagi para korban terdampak bencana di Aceh.

Sebanyak empat tim diterjunkan ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara untuk memastikan percepatan penanganan sekaligus mempersiapkan fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Langkah percepatan ini dilakukan bukan untuk mendahului proses tanggap darurat, tetapi dijalankan secara paralel agar tidak terjadi kekosongan waktu ketika masa rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) dimulai. 

Direktur Jendral Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran menegaskan, mitigasi setelah bencana harus mulai dilakukan sejak dini.

"Masing-masing pemkab dan pemkot perlu segera menyiapkan lahan relokasi yang aman sebagai lokasi pembangunan rumah pengganti. Setelah masa tanggap darurat selesai, masyarakat yang kehilangan rumah dapat segera menempati hunian baru," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/12/2025).

Dengan demikian, pemenuhan rumah bagi warga yang kehilangan hunian dapat segera dilakukan tanpa menunggu berkepanjangan.

Ribuan Rumah Rusak Berat

Di Kabupaten Pidie, hasil pendataan awal mencatat terdapat 81 rumah yang hilang, tiga unit rumah rusak ringan, 41 rumah rusak sedang. Kemudian 14.371 rumah rusak berat, termasuk rumah yang terdampak aliran sungai yang masih dalam proses identifikasi. 

Pemerintah Kabupaten Pidie telah menyiapkan lahan relokasi seluas sekitar satu hektare di Desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse, sebagai lokasi pembangunan rumah pengganti. 

Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya terdata 114 rumah hilang, 789 rumah rusak ringan, 453 rumah rusak sedang, dan 9.174 rumah rusak berat. Pemerintah kabupaten setempat telah menyediakan lahan relokasi seluas 11 hektare dengan status aset daerah.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |