800 Petani di Grobogan dan Kendal Panen Jagung, Produksi Lampaui Rata-Rata Nasional

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bayer Indonesia (Bayer) memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui dukungan akses benih jagung berkualitas tinggi serta pendampingan teknis kepada petani guna meningkatkan produksi jagung di Jawa Tengah, wilayah penghasil jagung terbesar kedua di Indonesia.

Sebagai wujud nyata, Bayer bersama 800 petani dari berbagai kelompok tani, camat, lurah, dinas pertanian dan Gapoktan, melaksanakan panen jagung varietas hibrida Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C "Kuat" di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah.

Kedua wilayah ini berperan strategis dalam mendukung misi swasembada jagung nasional, yang merupakan bagian dari swasembada pangan, salah satu prioritas dalam program Asta Cita pemerintah.

Hasil panen varietas Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat” di kedua daerah ini menunjukkan dampak nyata, berupa peningkatan hasil panen sebesar 15 persen dan kenaikan pendapatan petani sebesar 20 persen per musim tanam. Lebih lanjut, total produksi mencapai 6 – 7 ton per hektare, melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton per hektare. 

Jagung merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang menjadi bahan baku utama bagi industri pangan dan pakan ternak. Peningkatan produktivitas di tingkat petani menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan perubahan iklim dan meningkatnya permintaan industri.

Menurut data BPS, produksi jagung nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen, meningkat 6,44 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Provinsi Jawa Tengah berkontribusi besar terhadap pasokan nasional dengan produksi sekitar 3,18 juta ton, menempatkan provinsi ini sebagai posisi kedua kontributor jagung nasional. 

Mateus Barros, Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, yang turut hadir dalam kegiatan panen tersebut, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar pertanian penting di kawasan Asia.

“Petani jagung berada di jantung upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |