Rencana Bulog Jadi Lembaga Khusus Ditargetkan Rampung Tahun Ini

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rencana perubahan status menjadi lembaga khusus. Rencana itu diharapkan bisa rampung pada 2026, tahun ini.

Dia menjelaskan, bahasan tentang perubahan status Bulog menjadi badan otonom masih dibahas dalam kelompok kerja (pokja) Komisi IV DPR.

"Jadi terkait kegiatan, rencana ke depan Bulog sesuai dengan keinginan Bapak Presiden maupun hasil rapat-rapat Pokja pembentukan Bulog menjadi lembaga, itu sedang berjalan. Sedang proses di Komisi IV DPR RI," ungkap Rizal di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Dia belum bisa bicara banyak mengenai bentuk Bulog nantinya karena masih dalam proses bahasan. Hanya saja, dia berharap perubahan status itu bisa dijalankan tahun ini.

"Jadi kami belum bisa jawab secara detail karena ini sedang proses berjalan oleh tim Pokja-nya. Ya insyaallah mudah-mudahan dalam tahun ini bisa selesai dan bisa terwujud," tuturnya.

Diketahui, setelah Bulog berubah status menjadi lembaga khusus setingkat di bawah lembaga kepresidenan. Kemudian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan dilebur dengan dua kedeputian masuk Bulog dan lainnya kembali ke Kementerian Pertanian.

Kewenangan Bulog Setelah Jadi Badan

Rizal menerangkan, kewenangan Bulog setelah menjadi badan atau lembaga khusus nantinya. Cakupan Bulog akan meluas ke urusan bahan pokok, termasuk minyak goreng dan gula.

"Kan sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden, kan kemandirian pangan, untuk kemandirian pangan, itu, apa sih arti kemandirian pangan? Berarti negara itu betul-betul harus mandiri mengelola pangan itu," ujarnya.

"Nah sekarang kan, mohon maaf, ini yang mengelola harga beras, mengendalikan ini, rata-rata kan, mohon maaf malahan banyak dikuasai swasta. Nah inilah yang mau diperbaiki oleh Pak Presiden dengan kami-kami ini, Kami bawahan, staf-stafnya ini untuk mengembalikan itu. Jadi yang mengendalikan harus negara," sambung dia.

Bulog Cari Tambahan Gudang

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmas Rizal Ramdhani memerintahkan jajarannya untuk mencari tambahan gudang di 2026 ini. Tujuannya, untuk menampung produksi beras lokal mencapai 4 juta ton.

Angka itu merupakan target cadangan beras pemerintah (CBP) 2026 yang telah dimandatkan kepada Bulog. Mengingat lagi, saat ini masih ada 3,2 juta ton stok beras di gudang Bulog.

"Kami juga sedang perintahkan tetap untuk mencari gudang-gudang tambahan. Karena apa? Karena gudang ini mau tidak mau akan menampung 4 juta ton tambahannya yang akan masuk," ungkap Rizal, ditemui di Jakarta, Kamis (23/1/2026).

Cari Kapasitas 2 Juta Ton

Dia meminta perwakilan Bulog di berbagai daerah setidaknya mencari tambahan gudang dengan kapasitas total 2 juta ton. Tambahan itu akan digunakan pada semester II 2026 ini.

"Oleh karena itu kami masih dorong supaya teman-teman cari 2 juta ton lagi tapi di semester II 2026," ujarnya.

Rizal menguraikan, saat ini Bulog punya 1.586 gudang, ditambah dengan 100 gudang sewaan. Dari seluruhnya, hanya tersisa kapasitas kosong 900.000 ton.

Gudang Cadangan

Melihat jumlah itu dibandingkan dengan target CBP 4 juta ton, dia turut memerintahkan anak buahnya mencari gudang cadangan. Alhasil sudah didapat 1,2 juta ton tambahan.

"Kami juga sudah memerintahkan ke seluruh jajaran pimpinan wilayah dan cabang untuk menyiapkan gudang-gudang cadangan. Nah gudang-gudang cadangan sekarang yang sudah didapatkan 1,2 juta ton," ungkapnya.

Jika menghitung kapasitas kosong dan gudang cadangan, dia menilai hal itu sudah cukup untuk sementara. "Jadi kalau dihitung dengan space gudang yang kosong 900.000 ton ditambah dengan 1,2 juta ton jadi sudah mencapai 2,1 juta ton. Jadi space ini sudah aman sebetulnya," tutur dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |