Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog menjadi salah satu BUMN yang mendapat mandat untuk menyalurkan minyak goreng merek Minyakita. Sebanyak 60.000 ton Miinyakita akan disalurkan langsung ke pengecer setiap bulannya.
Hal tersebut sejalan dengan domestic market obligation (DMO) 35 persen Minyakita didistribusikan oleh BUMN. Bulog akan memegang peran mayoritas dari jumlah tersebut.
"Nah untuk pembagiannya sesuai arahan dari Bapak Mentan, Bulog dipercayakan 70 persen dari 35 persen itu," kata Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita menuturkan saat ini pihaknya mendistribusikan sekitsr 36.000 ton per bulan. Mengacu aturan baru, Bulog akan menyalurkan sekitar 60.000 ton Minyakita ke pengecer.
"Jalau dari total DMO kita mungkin 60.000 ton per bulan atau 700.000 ton lah per tahun gitu ya. Tapi ini kan akan datangnya setiap bulan. Jadi kami sudah memetakan dari yang kita dapat untuk didistribusi ke seluruh wilayah, ucap dia.
Dia menegaskan, Bulog dilarang untuk menyalurkan Minyakita ke distributor 1 atau D1 maupun D2. "Jadi untuk pasar-pasar dulu karena Bulog tidak boleh ke D2 lagi tetapi harus ke pengecer. Nah ini perubahannya," tegas Febby.
Penyaluran Mulai Januari 2026
Sebelumnya, Perum Bulog akan mulai ikut melakukan distribusi minyak goreng Minyakita pada Januari 2026. Langkah ini dinilai mampu memangkas rantai distribusi yang menyebabkan mahalnya harga di pasaran.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat (Minyakita).
"Sesuai dengan Permendag, kita diberi perintah per Januari nanti, Januari 2026 ini, sampai Desember 2026," kata Rizal, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dikutip Selasa (30/12/2025).
Jatah Distribusi Minyakita
Bulog akam mendapat jatah distribusi bersama Holding BUMN Pangan, ID Food serta Agrinas Palma Nusantara. Ketiganya mendapat mandat menyalurkan 35 persen domestic market obligation (DMO) Minyakita.
"Jadi nanti kita pembagiannya berapa, kita berapa persen, kami belum tahu, belum paham. Namun intinya Bulog sekarang sudah menyiapkan juga perbudangan untuk menyiapkan lokasi-lokasi minyak yang akan ditempatkan di mana, di gudang-gudang Bulog tersebut," jelas dia.
Rizal menegaskan, proses distribusinya nanti akan mengikuti alur yang ditentukan dalam Permendag 43/2025. Asal tahu saja, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita saat ini diketok Rp 15.700 per liter, namun harga rata-rata nasional sudah tembus Rp 17.050 per liter pada 30 Desember 2025.
Pangkas Rantai Distribusi
Rizal menegaskan lagi, 35 persen distribusi Minyakita untuk memutus rantai panjang pengiriman. Harapannya, hal itu bisa bisa memotong harga jual di tingkat konsumen nantinya.
"Permendag yang baru itu, jadi Bulog, ID Food dan Agrinas Palma itu langsung menerima DMO, kemudian dari DMO tersebut langsung didistribusikan langsung ke pengecer, ke pasar-pasar. Jadi tidak lagi ke distribusi satu, distribusi dua, dan lain sebagainya," ucapnya.
"Jadi ini tujuannya dari pemerintah, Pak Presiden, Pak Menteri adalah untuk memotong rantai-rantai pendistribusian. Kalau makin banyak rantainya makin mahal nanti di lapangan. Sehingga harapannya dari DMO tersebut yang diberikan ke bulog, ke ediput, maupun ke agrinas palma langsung ke pasar dengan harga yang lebih murah," sambung Rizal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457639/original/027010200_1767009348-200049.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475948/original/004547000_1768703134-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481763/original/005506400_1769145792-1000214261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452331/original/033576500_1766396037-IMG_3049.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1400379/original/003000900_1478683766-vacation-spots-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481624/original/022907900_1769140015-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481927/original/012575400_1769151759-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_09.57.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481896/original/053735200_1769150579-cip4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481735/original/057593700_1769144582-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_09.58.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481764/original/061181300_1769145814-1000214256.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187915/original/035903200_1595477690-20200723-Qantas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423875/original/035710600_1764118547-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_22.04.57__2_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3632202/original/008777100_1636861919-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)