Donald Trump Isyaratkan Punya Gacoan untuk Ketua The Fed

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu perhatian pasar global setelah mengisyaratkan bahwa dirinya telah hampir menentukan sosok pengganti Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Dilansir dari CNBC,Jumat (23/1/2026), di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump menyatakan proses seleksi yang telah dimulai sejak September lalu kini memasuki tahap akhir dan bahkan mengarah pada satu kandidat utama.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral AS, yang selama setahun terakhir mengalami dinamika paling bergejolak dalam sejarah modernnya.

Trump, yang dikenal vokal mengkritik kebijakan moneter The Fed, kembali menegaskan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan Powell, terutama terkait arah suku bunga dan pengelolaan internal lembaga tersebut.

“Awalnya saya pikir tinggal tiga kandidat, lalu menjadi dua. Dan sekarang, mungkin bisa saya katakan, menurut saya tinggal satu,” ujar Trump kepada pembawa acara CNBC Joe Kernen.

Meski demikian, Trump enggan mengungkapkan nama kandidat favoritnya secara terbuka. Isyarat ini langsung menjadi sorotan pelaku pasar keuangan global, mengingat posisi Ketua The Fed memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan suku bunga, stabilitas sistem keuangan, serta arah perekonomian Amerika Serikat dan dunia.

Sebelumnya, proses seleksi disebut mencakup hingga 11 kandidat yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat Federal Reserve, ekonom ternama, hingga pelaku pasar Wall Street.

Ketidakpastian terkait kepemimpinan bank sentral dinilai dapat meningkatkan volatilitas pasar, terlebih di tengah perlambatan ekonomi global dan tensi geopolitik yang masih tinggi.

Daftar Kandidat Mengerucut

Beberapa nama yang disebut sebagai finalis antara lain mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, Gubernur Fed saat ini Christopher Waller, Kepala Dewan Ekonomi Nasional (NEC) Kevin Hassett, serta Kepala Divisi Pendapatan Tetap BlackRock Rick Rieder.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengakui bahwa Rick Rieder merupakan kandidat terakhir yang diwawancarai dan menyebutnya sebagai sosok yang “mengesankan”.

Meski begitu, Trump juga menegaskan, seluruh kandidat yang masuk tahap akhir memiliki kualitas tinggi. Namun, peluang Kevin Hassett tampaknya mulai mengecil setelah Trump menyatakan lebih memilih Hassett tetap menjabat di NEC.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent yang memimpin proses wawancara juga dipastikan tidak masuk bursa calon, meskipun sebelumnya Trump sempat mendukungnya untuk posisi di The Fed.

Tekanan Politik terhadap The Fed

Isu pergantian Ketua The Fed ini menjadi bagian dari rangkaian tekanan politik yang semakin intens terhadap bank sentral AS sepanjang 2025. Trump tidak hanya melancarkan kritik verbal terhadap Powell dan para pembuat kebijakan lainnya, tetapi juga sempat mengancam akan memecat Powell sebelum masa jabatannya berakhir.

Bahkan, upaya untuk memberhentikan Gubernur Fed Lisa Cook turut menjadi sorotan setelah kasus tersebut dibahas dalam sidang Mahkamah Agung AS terkait batas kewenangan presiden terhadap lembaga independen seperti The Fed.

Jika Powell benar-benar dicopot sebagai ketua, muncul pertanyaan apakah ia akan tetap bertahan sebagai gubernur hingga akhir masa jabatannya dua tahun mendatang.

Keputusan tersebut berpotensi membuat Powell tetap memiliki pengaruh signifikan dalam penentuan kebijakan moneter dan suku bunga, sekaligus menjadi penyeimbang terhadap ambisi politik Trump.

Menanggapi hal tersebut, Trump menunjukkan sikap acuh. “Kita hidup dengan takdir yang kita terima. Jika itu terjadi, saya rasa hidupnya tidak akan terlalu bahagia. Saya pikir dia ingin keluar. Dia belum melakukan pekerjaan dengan baik,” ujar Trump.

Kritik Proyek Renovasi Gedung The Fed

Trump juga kembali menyinggung proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve di Washington DC, yang biayanya disebut telah membengkak hingga lebih dari USD 2,5 miliar, sekitar Rp 42 triliun (kurs USD 1 = Rp 16.960). Proyek tersebut kini turut disorot Departemen Kehakiman AS, yang telah memanggil Powell untuk dimintai keterangan.

“Saya bisa melakukannya dengan biaya USD 25 juta (Rp 424 miliar) dan hasilnya akan jauh lebih baik,” kata Trump, menegaskan kritiknya terhadap manajemen internal The Fed.

Pernyataan Trump ini mempertegas bahwa pergantian pucuk pimpinan bank sentral AS tidak hanya soal kebijakan moneter, tetapi juga sarat dengan nuansa politik dan tata kelola lembaga.

Pasar pun kini menanti pengumuman resmi Gedung Putih terkait sosok yang akan memimpin Federal Reserve di periode berikutnya, yang diyakini akan sangat menentukan arah ekonomi Amerika Serikat ke depan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |