Fadli Zon Usul Insentif Pajak Buat Pengusaha yang Peduli Budaya

13 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengusulkan adanya sebuah manfaat yang bisa didapatkan pengusaha yang menyumbang ke bidang kebudayaan. Misalnya adanya sebuah insentif pajak.

Usulan tersebut diakuinya sempat dibahas secara ringan bersama Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu. Menurut dia, perlu adanya isentif pajak atau pengembalian pajak bagi pengusaha yang peduli ke aspek kebudayaan.

"Bagaimana kita memikirkan juga misalnya mereka yang menyumbang untuk bidang kebudayaan mendapatkan semacam tax rebate, atau tax incentive. Ini juga salah satu cara yang luar biasa," ungkap Fadli Zon dalam Starting Year Forum 2026, di St Regis, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Mulanya, dia menceritakan soal cagar budaya yang bisa membawa dampak ekonomi. Dia juga berharap ada keterlibatan dari pengusaha untuk membuat dampak budaya ke ekonomi bisa semakin maksimal.

Fadli mengatakan, budaya sebelumnya dipandang sebagai aspek yang menghabiskan biaya. Namun, menurut dia  budaya bisa berperan pada bergeraknya ekonomi nasional.

"Tadi malam saya meresmikan pemugaran tahap pertama dari Candi Plausan, kemudian juga makam dari seorang Pujangga Panutup Jawa, pujangga besar tanah Jawa yaitu Ranggawarsita. Semua ini bisa menjadi ekonomi budaya," ungkap Fadli dalam Starting Year Forum 2026, di St Regis, Jakarta, Kamis pekan ini.

Makam Wali Songo Sumbang Ekonomi Daerah

Pada skala lainnya, dia turut menyinggung makam wali songo yang kerap didatangi oleh ribuan orang. Hal tersebut membawa dampak ekonomi secara langsung ke masyarakat sekitar.

"Bahkan makam-makam wali songo aja bisa menjadi ekonomi budaya bagi masyarakat sekitar, yang datang ribuan, bahkan puluhan ribu. Belum lagi situs budaya seperti Candi Borobudur yang sudah menjadi world heritage. Candi Prambanan. Itu mendatangkan ekonomi budaya yang luar biasa," beber dia.

Melihat potensi dari cagar budaya dan makam wali songo tadi, Fadli Zon berharap pengusaha swasta masuk untuk memaksimalkan dampak ekonominya.

"Saya kira perlu ada setuhan dari kalangan usahawan, dari kalangan bisnis, dari sektor swasta untuk terus terlibat dan mudah-mudahan melalui forum seperti ini kita berharap kesadaran kebudayaan ke depan ini semakin tinggi di kalangan masyarakat kita, dan menganggap bahwa budaya ini adalah satu engine of growth," sambung Fadli Zon.

85 Cagar Budaya Baru

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan menetapkan 85 cagar budaya baru tingkat nasional. Dengan penambahan ini, total cagar budaya nasional menjadi 313.

"Tahun ini kita menetapkan 85 cagar budaya tingkat nasional, sehingga total jumlah cagar budaya tingkat nasional ini sekarang menjadi 313. Tadinya 228 jadi sekarang menjadi 313,” kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, dilansir Antara, Rabu (17/12/2025).

Menurut dia, angka ini masih sangat sedikit jumlahnya dengan keberagaman Indonesia yang sangat besar. Sehingga, Fadli Zon menyatakan bahwa cagar budaya tingkat Nasional ini berjumlah ribuan.

Salah satu perhatian utama tertuju pada koleksi yang tersimpan di Museum Nasional, yang memiliki sekitar 194.000 koleksi. Dari jumlah tersebut, pemerintah menilai bahwa setidaknya 10 persen koleksi atau sekitar 19.000 benda sangat mungkin memenuhi kriteria sebagai cagar budaya nasional.

"Seharusnya, cagar budaya nasional kita ini bukan hanya ratusan, tapi ribuan. Bahkan, puluhan ribu seharusnya cagar budaya nasional termasuk artefak-artefak sejumlah koleksi yang ada di museum nasional,” ujar dia.

Cagar Budaya Bisa Jadi Motor Ekonomi

Fadli Zon mengapresiasi pemerintah daerah atas peran aktif dalam pengusulan dan pelestarian cagar budaya. Dia menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pemerintah pusatmerupakan kunci keberhasilan penetapan dan pelestarian cagar budaya.

Fadli menegaskan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusatharus memaksimalkan pendataan cagar budaya sekaligus bekerja sama dengan Tim Ahli Cagar Budaya. Hal tersebut dapat meningkatkan efektivitas pendataan cagar budaya secara tepat dan cepat.

 "Ke depan, kita bisa menambah jumlah Tim Ahli Cagar Budaya tingkat Nasional, supaya lebih banyak lagi tenaga-tenaga, terutama para ahli yang memang mumpuni di bidangnya dengan pendekatan multidisipliner sehingga pencatatan cagar budaya tingkat nasional kita bisa lebih cepat. Kita tentu perlu masukan dari para ahli, tokoh-tokoh, arkeolog, antropolog, mungkingeolog, geografer, arsitek, dan juga seluruh bidang yang terkait dengan cagar budaya nasional ini,” terang Fadli.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |