Bos Bulog Minta Anak Buah Cari Tambahan Gudang Buat Simpan 4 Juta Ton Beras Tahun Ini

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmas Rizal Ramdhani memerintahkan jajarannya untuk mencari tambahan gudang di 2026. Tujuannya, untuk menampung produksi beras lokal mencapai 4 juta ton.

Angka itu merupakan target cadangan beras pemerintah (CBP) 2026 yang telah dimandatkan kepada Bulog. Mengingat lagi, saat ini masih ada 3,2 juta ton stok beras di gudang Bulog.

"Kami juga sedang perintahkan tetap untuk mencari gudang-gudang tambahan. Karena apa? Karena gudang ini mau tidak mau akan menampung 4 juta ton tambahannya yang akan masuk," ungkap Rizal, ditemui di Jakarta, Kamis (23/1/2026).

Dia meminta perwakilan Bulog di berbagai daerah setidaknya mencari tambahan gudang dengan kapasitas total 2 juta ton. Tambahan itu akan digunakan pada semester II 2026 ini.

"Oleh karena itu kami masih dorong supaya teman-teman cari 2 juta ton lagi tapi di semester II 2026," ujarnya.

Rizal menguraikan, saat ini Bulog punya 1.586 gudang, ditambah dengan 100 gudang sewaan. Dari seluruhnya, hanya tersisa kapasitas kosong 900.000 ton.

Gudang Cadangan

Melihat jumlah itu dibandingkan dengan target CBP 4 juta ton, dia turut memerintahkan anak buahnya mencari gudang cadangan. Alhasil sudah didapat 1,2 juta ton tambahan.

"Kami juga sudah memerintahkan ke seluruh jajaran pimpinan wilayah dan cabang untuk menyiapkan gudang-gudang cadangan. Nah gudang-gudang cadangan sekarang yang sudah didapatkan 1,2 juta ton," ungkapnya.

Jika menghitung kapasitas kosong dan gudang cadangan, dia menilai hal itu sudah cukup untuk sementara. "Jadi kalau dihitung dengan space gudang yang kosong 900.000 ton ditambah dengan 1,2 juta ton jadi sudah mencapai 2,1 juta ton. Jadi space ini sudah aman sebetulnya," tutur dia.

Bulog Diguyur Rp 39 Triliun

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengakui mandat yang diberikan untuk menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung. Bulog mendapat pendanaan Rp 39,1 triliun yang berasal dari pinjaman operator investasi pemerintah (OIP).

"Untuk pengadaan beras 4 juta ton dan 1 juta ton jagung Itu mendapat dukungan Rp 39,1 triliun dengan skema pinjaman OIP dengan bunga rendah," ucap dia di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta.

Dia bilang, pendanaan ini menjadi penting menopang mandat yang diemban Bulog. "Kami bersyukur dan ucapkan terima kasih sekali kepada Pak Presiden dan para Menteri dan Pak Menko apabila Bulog diberi pinjaman yang lunak sehingga tidak terlalu membebani operasional Bulog. Kalau menggunakan biaya bunga komersial yang di atas 7%. Ini agak berat untuk Bulog menghandling tersebut," tuturnya. Target Serap 4 Juta Ton

Perum Bulog dapat tugas untuk menyerap 4 juta ton beras produksi lokal sepanjang 2026 ini. Untuk itu, ada pembiayaan senilai Rp 39,1 triliun untuk menjalankan mandat itu.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |