Asosiasi Pertambangan Ajak Pemerintah Jaga Investasi, Soroti Keberlanjutan Tambang Martabe

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pertambangan Indonesia atau Indonesia Mining Association (API-IMA) menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menjaga iklim investasi pertambangan nasional. Upaya ini dinilai krusial, mengingat sektor pertambangan mineral dan batubara masih menjadi salah satu penopang utama penerimaan negara.

Pada 2025, pendapatan negara dari sektor pertambangan mineral dan batubara tercatat mencapai Rp 138,37 triliun. Angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp 127,44 triliun. Capaian ini menjadi bukti kontribusi signifikan industri pertambangan terhadap perekonomian nasional.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum API-IMA Rachmat Makkasau mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan investasi di sektor tambang. Salah satu yang disoroti adalah pentingnya penilaian yang adil terhadap PT Agincourt Resources, perusahaan pengelola Tambang Martabe di Sumatera Utara.

Rachmat menyampaikan bahwa hingga saat ini PT Agincourt Resources diyakini telah menjalankan kegiatan operasional dengan baik. Hal tersebut tercermin dari penerapan tata kelola lingkungan yang dinilai positif, termasuk diraihnya peringkat Proper Hijau.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran strategis dalam melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap izin usaha pertambangan, guna memastikan keberlanjutan operasional perusahaan yang dinilai telah memenuhi ketentuan.

Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan

Rachmat menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan melakukan kajian mendalam terkait isu izin usaha pertambangan PT Agincourt Resources. Evaluasi tersebut diharapkan mempertimbangkan kinerja perusahaan secara objektif, khususnya dalam penerapan prinsip keberlanjutan.

“Kami percaya bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi lebih detail terkait izin usaha PT Agincourt yang disebutkan akan dicabut. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi dengan baik, mengedepankan aspek-aspek Environmental, Social dan Governance (ESG), serta mematuhi peraturan yang berlaku, termasuk aspek pengelolaan lingkungan hidup - tentunya akan tetap dapat beroperasi. Ini penting untuk memastikan bahwa iklim investasi di sektor pertambangan tetap kondusif,” ujar Rachmat, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai kepastian hukum dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor. Menurutnya, perusahaan tambang yang telah memenuhi seluruh kewajiban regulasi dan menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan seharusnya mendapatkan kepastian berusaha.

Rachmat juga menekankan bahwa stabilitas iklim investasi tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi sektor tambang bagi pembangunan daerah.

Oleh karena itu, API-IMA berharap seluruh proses evaluasi izin usaha pertambangan dilakukan secara transparan dan berbasis data, demi menjaga keberlanjutan industri pertambangan nasional.

GMP dan ESG

Lebih lanjut, Rachmat menegaskan bahwa penerapan prinsip good mining practice (GMP) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan syarat utama bagi perusahaan yang tergabung sebagai anggota API-IMA. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam menjalankan operasional pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dalam acara Indonesia Weekend Miner 2026 yang digelar pada 24 Januari lalu, Rachmat juga mendorong perusahaan anggota API-IMA untuk lebih aktif menyampaikan fakta-fakta positif terkait praktik pertambangan yang telah dijalankan.

“Sudah banyak perusahaan yang menjalankan operasional dengan baik dan menerapkan prinsip GMP dan ESG. Kami mendorong perusahaan anggota API-IMA untuk terus mengampanyekan hal-hal positif tersebut agar pandangan masyarakat terhadap industri pertambangan menjadi lebih seimbang,” tambahnya.

Menurut Rachmat, komunikasi yang terbuka dan berbasis data menjadi kunci untuk membangun pemahaman publik yang lebih objektif terhadap industri pertambangan. Dengan demikian, sektor ini tidak hanya dipandang dari sisi tantangan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

API-IMA pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong industri pertambangan nasional yang berdaya saing, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |