Liputan6.com, Jakarta - Uni Eropa dan India resmi menandatangani kesepakatan perdagangan bebas yang disebut sebagai salah satu perjanjian terbesar dalam sejarah hubungan kedua kawasan. Namun, di balik itu, perhatian global kini tertuju pada satu hal, bagaimana reaksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap kesepakatan yang dinilai berpotensi menggeser peta perdagangan global.
Dikutip dari CNBC, Rabu (28/1/2026), kesepakatan dagang Uni Eropa India ini dikonfirmasi pada Selasa, setelah melalui proses negosiasi yang berlangsung hampir dua dekade. Melalui perjanjian ini, kedua pihak sepakat untuk memangkas tarif impor secara bertahap hingga mendekati nol persen pada sebagian besar produk, dengan pengecualian pada sejumlah sektor strategis.
Perjanjian tersebut dinilai sebagai langkah strategis Uni Eropa dan India untuk memperkuat ketahanan ekonomi di tengah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang kerap berubah dan ancaman tarif. Meski belum memberikan pernyataan resmi, sikap Trump dan Gedung Putih diperkirakan tidak akan sepenuhnya positif terhadap kesepakatan ini.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya telah melontarkan kritik terhadap Uni Eropa karena tetap melanjutkan kerja sama dagang dengan India. Ia menyoroti perbedaan kebijakan antara AS dan Eropa dalam menyikapi hubungan dagang India dengan Rusia.
“AS telah melakukan pengorbanan yang jauh lebih besar dibandingkan Eropa. Kami mengenakan tarif 25 persen kepada India karena membeli minyak Rusia. Namun, Eropa justru menandatangani kesepakatan perdagangan dengan India,” ujar Bessent dalam wawancara dengan ABC News, Minggu lalu.
Sistem Perdagangan Multilateral
Sementara itu, Menteri Perminyakan dan Gas Alam India Hardeep Singh Puri menegaskan bahwa hubungan dagang antara India dan Amerika Serikat tetap berada dalam jalur positif. Ia optimis kesepakatan perdagangan India dan AS masih dapat diselesaikan dalam waktu mendatang.
“Struktur hubungan antara India dan Amerika Serikat sangat kuat. Kita perlu tetap tenang dan melihat perkembangan ke depan,” kata Hardeep Singh Puri, Selasa.
Ia menambahkan bahwa India tetap berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral, yang menurutnya tercermin dalam kesepakatan terbaru dengan Uni Eropa. Sejumlah sektor di India pun berharap akses pasar ke Eropa dapat semakin terbuka.
Perdana Menteri India Narendra Modi sebelumnya memuji perjanjian tersebut sebagai kesepakatan “bersejarah”. Hal senada disampaikan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang menyebutnya sebagai “induk dari semua kesepakatan perdagangan”.
Von der Leyen menilai perjanjian ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan strategis antara Uni Eropa dan India. Kedua pemimpin dijadwalkan membahas detail implementasi kesepakatan tersebut dalam pertemuan puncak Uni Eropa dan India.
Di sisi lain, kesepakatan ini hadir di tengah tekanan tarif dari Amerika Serikat. Gedung Putih sebelumnya memberlakukan tarif sebesar 15 persen terhadap impor dari Uni Eropa, meski telah ada perjanjian dagang sebelumnya. Sementara itu, produk asal India dikenakan tarif lebih tinggi, mencapai 50 persen, salah satunya akibat pembelian minyak dari Rusia.
Pilihan Paling Realistis
Direktur Pusat Ekonomi Politik Internasional Eropa, Hosuk Lee Makiyama, menilai kesepakatan Uni Eropa dan India sebagai pilihan paling realistis bagi kedua pihak yang selama ini dikenal proteksionis di sektor-sektor strategis seperti pertanian dan otomotif.
“Ini adalah kesepakatan yang memberikan dampak positif nyata. Sementara AS dan China cenderung menutup pasar, Uni Eropa dan India justru membuka peluang baru,” ujarnya.
Menurut Lee Makiyama, meski kesepakatan ini berpotensi memicu ketegangan dengan Washington, baik India maupun Uni Eropa memiliki alasan kuat untuk tetap melangkah maju. India, misalnya, belum berhasil mengamankan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat.
Sementara bagi Uni Eropa, ancaman tarif dari AS sudah menjadi risiko yang terus berulang. “Para menteri perdagangan Eropa kini semakin terbiasa menghadapi tekanan dari Washington,” tambahnya.
Meski demikian, kehati-hatian tetap menjadi kunci. Komitmen Amerika Serikat terhadap sekutunya di Eropa, terutama dalam kerangka NATO, dinilai tengah diuji. Uni Eropa pun dihadapkan pada dilema antara menjaga hubungan baik dengan Washington atau melindungi kepentingan ekonominya sendiri.
Kemandirian Ekonomi Eropa
Anggota Parlemen Eropa sekaligus Ketua Komite Urusan Luar Negeri, David McAllister, menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi Eropa tanpa harus memutus hubungan dengan AS.
“Eropa perlu menjadi lebih berdaulat dan kompetitif secara ekonomi. Namun, kami juga ingin mempertahankan hubungan yang erat dengan Amerika Serikat, yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan kepercayaan,” ujarnya.
Dengan kesepakatan Uni Eropa dan India yang kini resmi berjalan, dunia menanti langkah berikutnya dari Washington, apakah akan merespons dengan diplomasi atau justru kebijakan proteksionis baru.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486796/original/017878000_1769608293-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_20.30.59__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460953/original/074159500_1767329160-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_10.23.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486753/original/071497400_1769601955-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_18.12.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464871/original/041356300_1767752610-IMG_4599.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5433099/original/004218300_1764834401-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-4_Desember_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478865/original/037928200_1768955017-PHOTO-2026-01-20-18-28-26.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484836/original/056458600_1769486829-Depositphotos_244044898_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921763/original/068490100_1724034873-IMG-20240819-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486547/original/031224900_1769590051-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-28_Januari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2872841/original/077992300_1564983117-20190805-Plt-Dirut-PLN-Sripeni-Inten-Cahyani3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3266865/original/083315800_1602646231-brian-kostiuk-S4jSvcHYcOs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486201/original/042804700_1769579960-Pelaksana_Tugas__Plt.__Subkomite_Investigasi_Kecelakaan_Penerbangan_KNKT__Henry_Poerborianto.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486187/original/074478200_1769578665-Pelaksana_Tugas__Pit.__Ketua_Sub_Komite_Investigasi_Kecelakaan_Pelayaran_KNKT__Capt._Anggiat_PTP._P-2.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3632202/original/008777100_1636861919-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)