Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyita perhatian berbagai pihak, salah satunya DPR.
Anggota Komisi XI DPR Harris Turino buka suara soal kondisi melemahnya rupiah yang saat ini terjadi walaupun terdapat penguatan di pasar saham Indonesia. Menurut dia, banyak hal yang mempengaruhi pelemahan rupiah.
"Jadi banyak orang mengatakan ini adalah satu anomali, tapi menurut saya ini bukan anomali. Ini hal yang biasa karena yang mempengaruhi pergerakan rupiah bukan hanya harga saham ya, tapi banyak faktor-faktor yang lain yang mempengaruhi pergerakan rupiah," ujarnya, Senin (26/1/2026)
Sebagai Anggota Komisi XI, ia meyakini bahwa pemerintah akan menjaga kondisi nilai tukar rupiah agar tidak melewati angka 17.000 sebagai angka psikologis
"Karena pasti akan menjagai mati-matian di sini ya. Angka 17.000 adalah angka psikologis. SBI punya cukup banyak instrumen yaitu instrumen katakan NDF non delivery forward DNDF (domestic non delivery forward) maupun di pasar spot" ungkapnya
"Pasti otoritas moneter akan bekerja maksimal untuk mempertahankan di sini. Walaupun tentu saja ketika otoritas moneter terlalu kuat, terlalu keras menjagai rupiah, maka para eksportir yang punya dolar juga akan ada kecenderungan untuk tidak menjual dolarnya. Ya, akibatnya kita tahu bahwa suplai dolarnya akan terbatas. Tapi BI saya rasa mampu untuk mengatasi masalah ini dengan baik." lanjutnya
Lebih lanjut, ia menyoroti kerjasama antar anggota KSSK harus kompak agar nilai tukar rupiah bisa kembali menguat
"Ya, kita kemarin sudah membicarakan termasuk adalah kerja sama di KSSK. Kata kuncinya adalah harus ada kerja sama yang benar-benar harmonis antar anggota KSSK, antara Menteri Keuangan, kemudian Gubernur Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Selama mereka ada kerja sama yang bagus, maka bersama-sama sesuai dengan kewenangannya masing-masing untuk mengamankan perekonomian di republik ini." pungkasnya
Rupiah Ditutup Perkasa Hari Ini Lawan Dolar AS, Sentuh Level Segini
Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini Senin 26 Januari 2026. Kurs rupiah menguat 38 poin atau 0,23 persen menjadi 16.782 per dolar AS dari sebelumnya 16.820 per dolar AS.
Lanjut baca
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menganggap penguatan ini dipengaruhi respons positif pasar terhadap komitmen Bank Indonesia (BI) dana menjaga stabilitas rupiah. “Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot,” katanya, dikutip dari Antara, Senin(26/1/2026). Ke depan, lanjutnya, BI meyakini kurs rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi. Penguatan rupiah juga didukung cadangan devisa (cadev) yang lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484551/original/045476500_1769445940-6ca7b988-69f3-481a-b84f-7262693d7551.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426791/original/024464800_1764317618-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430007/original/066851700_1764649362-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3938824/original/093583500_1645185084-20220218-Pangsa_Pasar_KPR_Subsidi_BTN_Meleji-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479400/original/088382900_1768977432-IMG_6942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349084/original/048111700_1757911862-WhatsApp_Image_2025-09-15_at_11.24.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4143364/original/059306900_1662019531-Pertamina.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2712772/original/069947500_1548392411-india.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404907/original/048142000_1762418883-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484461/original/075097800_1769429732-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484446/original/032542800_1769428245-Menteri_Imigrasi_dan_Permasyarakatan__Agus_Andrianto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484480/original/028747100_1769432326-Foto_1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424904/original/084923100_1764166778-UANG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478417/original/083229200_1768901121-TNI.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481718/original/073974300_1769143211-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_11.39.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481615/original/091930400_1769139822-3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3632202/original/008777100_1636861919-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)