Pasar di Tiga Wilayah Bencana Sumatera Beroperasi Lagi

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, sejumlah pasar di berbagai wilayah terdampak bencana dari tiga Provinsi Sumatera sudah berjalan kembali.

Menurutnya, kembalinya aktivitas pasar seperti ini adalah sinyal pemulihan ekonomi daerah mulai terasa.

“Kalau untuk masalah perekonomian, hampir semua pasarnya sudah aktif semua,” kata Tito di Kementerian Dalam Negeri, Senin (26/1/2026).

Tito juga mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya pada infrastruktur dasar, tetapi juga pada pemulihan ekonomi daerah, termasuk pasar tradisional, UMKM, dan sektor jasa. Langkah ini bisa terwujud dengan koordinasi lintas sektor yang juga berdampak pada akselerasi pemulihan wilayah bencana.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pemulihan ekonomi dapat berlangsung merata dan berkelanjutan,” ucapnya.

Selain itu, Tito juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi pasokan energi seperti LPG dan BBM agar aktivitas ekonomi dapat berjalan berkelanjutan. 

Dukungan distribusi logistik dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas perdagangan di daerah terdampak. 

Menteri PKP: Relokasi Rumah Korban Bencana Sumatera Dekat dengan Mata Pencaharian

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan, relokasi rumah korban bencana di Wilayah Sumatera tidak akan jauh dari lokasi awal. Pemindahan ini juga bergerak cepat, namun tetap sesuai aturan. 

"Ini memindahkan, bukan hanya membangun rumah, membangun jalan, tapi kehidupannya,” katanya di Kemendagri, Senin (26/1/2026).

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan data, kepastian hukum, serta pemilihan lokasi relokasi yang aman dari risiko bencana, dekat dengan sumber mata pencaharian, dan memiliki akses terhadap fasilitas dasar seperti pasar, sekolah, dan layanan kesehatan.

“Jadi kita juga tidak boleh nanti membangun rumah ternyata kosong. Kenapa? Jauh dari tempat kehidupannya. Tidak boleh begitu. Jadi kita mesti benar-benar cek betul [ekosistemnya]," tegasnya.

Ia menyebut pentingnya gotong royong lintas kementerian dan lembaga agar penanganan pascabencana dapat berjalan efektif dan berkualitas.

“Untuk bagaimana semuanya tetap tata kelolanya benar tapi cepat dan berkualitas. Saya pikir tematik fokusnya ya, cepat, benar, sesuai aturan dan berkualitas,” ujar Maruarar. 

Menteri PKP: Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Dibangun di 197 Titik

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP), Maruarar Sirait mengatakan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Sumatera segera dibangun. Nantinya huntap dibangun di 197 titik meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Lanjut baca

Dia bilang proses persiapan sudah dilakukan mulai dari penetapan lokasi clear and clean, penyiapan data by name by address (BNBA), penyusunan desain detail (DED), hingga proses lelang dan pembangunan. “Kami sudah siap. Saat ini kami berada di tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” ujar Ara, sapaan akrabnya dalam rapat bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, mengutip keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026). Pemerintah sudah menyiapkan lahan relokasi di sejumlah titik, dengan jumlah lahan rencana lokasi di Aceh sebanyak 153 lahan yang berasal dari Pemda 41, lahan negara 9, BUMN BUMD 30, swasta 56, dan tanah yang tahap identifikasi ada 17 unit. Di Sumatera Utara ada 16 lokasi, di Sumatera Barat ada 28 lokasi. Luas lahan rencana lokasi ini sudah kami sampaikan, di Aceh ada 473 hektare, Sumatera Utara 58 hektare, Sumatera Barat 53 hektare. "Khusus Provinsi Aceh saya perjelas, usulan lahan relokasi sebanyak 153 titik lahan, dengan total luas lahan sebesar 473,09 hektare, total daya tampung rumah yang dapat terbangun sebanyak 28.311 unit, di antaranya yang telah dilakukan verifikasi lapangan dan layak sebanyak 24 titik lahan," kata Ara.  

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |