Penambangan Ilegal Bikin Harga Timah di Pasar Merosot

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia disebut bisa mengontrol harga timah di pasar internasional. Hal ini terbukti dengan adanya kenaikan harga timah dunia pada awal 2026, menembus angka di atas USD 51.000 per ton setelah pemerintah melakukan penertiban tambang ilegal.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch, Ferdy Hasiman, mengatakan, sebagai produsen timah nomor 2 terbesar di dunia, Indonesia seharusnya bisa mengatur harga timah di pasar internasional.

"Masa Indonesia punya sumber daya besar tapi kita gak bisa mengontrol harga. Kan aneh aja," kata Ferdy, Senin (26/1/2026).

Menurut Ferdy, kekuatan tersebut pun tidak bisa digunakan. Pasalnya, penambangan ilegal membuat produksi tidak terkontrol dan pasokan timah di pasar melimpah, kondisi membuat harga timah di pasar rendah.

Namun, setelah Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan kebijakan menertibkan pertambangan tanpa izin (PETI) alias tambang ilegal membuat stok di pasar menurun dan berujung pada kenaikan harga.

"Selama ini banyak orang yang jual timah diam-diam ke pasar. Makanya di pasar banyak. Nah ketika itu ditertibkann, pasar jadi turun, dengan itu juga harga akan naik," tuturnya.

Tertibkan Penambang Timah Ilegal

Ferdy berharap, ketegasan Presiden Prabowo dalam menertibkan penambang timah ilegal harus terus diterapkan bahkan mempidanakan pihak yang terlibat. Pasalnya, selama ini tindakan tersebut masih sebatas wacana.

"Saya harap kebijakan penertiban ini benar-benar jalan," ujarnya.

Menurut Ferdy, penertiban penambang timia ilegal akan memperbaikit tatakelola pertambanag, hal ini akan membuat kegiatan operasional PT Timah Tbk (TINS) sebagai BUMN yang betugas mengelola sumber daya tima lebih optimal. Hasilnya, berdampak positif bagi pendapatan negara dan kesejahteraan masyarakat.

"PT Timah akan untung dan dia akan memberi dividen yang besar untuk negara, penerimaan negara juga tinggi," imbuhnya.

Lanjut Baca:

Pertamina Merger 3 Anak Usaha, Pastikan Tidak Ada PHK Karyawan

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |