Tarif Trump Tak Pasti, India dan Uni Eropa Siap Raih Kesepakatan Dagang Terbesar

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - India akan mengadakan perayaan Hari Republik India pada hari ini. India mengundang Presiden Dewan Eropa Antonio Luis Santos da Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sebagai tamu kehormatan.

Kedatangan dua tamu tersebut bertujuan untuk membicarakan perdagangan bebas antara keduanya. Mengingat ketidakpastian tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang awalnya mengancam sekutu Eropa terkait pencaplokan Greenland lalu menariknya kembali. Demikian dikutip dari BBC, Senin (26/1/2026).

India melakukan langkah tersebut sebagai respons kebuntuan tarif 50% Trump. India ingin mempercepat hubungan strategis dan perdagangan dengan seluruh dunia.

Beberapa laporan menyebutkan kesepakatan itu bisa diumumkan paling cepat pada 27 Januari ketika para pemimpin dari kedua belah pihak bertemu dalam KTT tingkat tinggi.

Peneliti senior bidang Asia Selatan di Program Asia- Pasifik Chatham House, Chietigj Bajpaee mengatakan, pertemuan ini mengirimkan sinyal India mempertahankan kebijakan luar negeri yang beragam dan India tidak terikat pada keinginan pemerintahan Trump."

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di pertemuan Davos menuturkan, baik India maupun Uni Eropa menganggap kesepakatan ini sebagai kesepakatan terpenting karena dapat menciptakan pasar dengan dua miliar orang, mencakup hampir seperempat dari PDB global.

Perjanjian ini akan menjadi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) India yang kesembilan dalam empat tahun menyusul serangkaian kesepakatan dengan Inggris, Oman, Selandia Baru, dan negara-negara lain.

Makna Perjanjian ini bagi India

Analis senior di Economist Intelligence Unit, Sumedha Dasgupta mengatakan, kedua belah pihak kini mencari mitra dagang yang dapat diandalkan, karena ancaman yang muncul dari geopolitik telah menciptakan lingkungan yang bergejolak bagi perdagangan.

Dorongan itu sama kuatnya - bagi India untuk mengimbangi masalah tarif AS, dan Uni Eropa untuk mengimbangi ketergantungan perdagangan pada China yang dianggap tidak dapat diandalkan."

"Kesepakatan ini juga akan menandai upaya berkelanjutan dan signifikan untuk melepaskan diri dari cengkeraman proteksionisme India yang terkenal," ia menambahkan.

Di tengah perang dagang yang semakin tidak stabil, India berupaya untuk diversifikasi mitra dagang untuk mengurangi ketergantungan dengan China dan AS.

Lanjut baca

India memilih Uni Eropa karena UE dinilai stabil dan dapat diprediksi sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasionalnya. Langkah ini juga menunjukkan bahwa India memulai kebijakan perdagangan yang lebih liberal dan strategis.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |