Pertamina Merger 3 Anak Usaha, Pastikan Tidak Ada PHK Karyawan

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) bakal menggabungkan sejumlah anak usaha di sektor bisnis hilir. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) atas proses tersebut.

Diketahui, BUMN sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) itu akan melakukan konsolidasi bisnis hilir di PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS). Agung bilang rencana itu sudah dikabarkan ke karyawan dari anak usaha.

"Tadi pagi kita baru announce ke karyawan dulu," kata Agung, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ketika disinggung mengenai kemungkinan pengurangan pegawai, Agung memastikan tidak ada karyawan yang terdampak PHK. Prinsipnya, kata dia, tidak ada satupun yang ditinggalkan.

"Tadi sudah dijelaskan juga oleh manajemen ke karyawan. Prinsipnya no one left behind. No one left behind. One talent, one future," tegasnya.

Meski sudah diumumkan ke karyawan, Agung belum bicara banyak soal proses konsolidasi 3 anak usaha Pertamina itu dimulai. "Nanti akan di-announce, tapi kita sudah siap semua condition precedents-nya," katanya.

Jadi Subholding Downstream

Agung memberikan bocoran mengenai bentuk anak usaha usai merger tersebut. Nantinya, ketiga anak usaha itu akan disebut sebagai Subholding Downstream.

Perlu diketahui, Pertamina Patra Niaga, PIS, dan KPI sama-sama menjalankan bisnis hilir dalam ekosistem bisnis grup Pertamina.

"Subholding Downstream, kan tadinya ada 6 subholding. Ini 3 subholding menjadi satu Subholding Downstream," tandasnya.

Bos Pertamina Sambangi Menkeu Purbaya

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyambangi kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dia menyebut akan membahas mengenai integrasi anak usaha di sektor hilir.

Diketahui, Simon dan jajaran direksi Pertamina akan bertemu langsung dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Setibanya di Gedung Juanda, Kemenkeu, Simon mengaku akan melaporkan rencana bisnis hilir BUMN minyak dan gas bumi di tahun ini.

"Ada beberapa poin yang perlu kita bahas sih, laporan ke Menteri Keuangan," kata Simon, ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Bahas Merger dan Insentif

Dia juga mengakui akan membahas soal merger anak usaha, yakni Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina International, dan Pertamina International Shipping.

Simon tak menampik akan ada bahasan mengenai insentif dari Kementerian Keuangan atas proses merger anak usahanya tersebut.

"Tentang rencana integrasi bisnis hilir kita, integrasi restrukturisasi bisnis hilir. Jadi kita akan menggabungkan Kilang Pertamina International, Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina International Shipping. Termasuk insentif," beber dia.

Lanjut Baca:

Kilau Harga Emas dan Usaha Pantang Redup Pendulang Logam Mulia Patahan

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |