Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi. Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, harga emas global tercatat menyentuh level USD 5.085 per troy ounce. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, mengatakan lonjakan logam mulia menandai berlanjutnya tren penguatan emas di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai.
Ia menilai, kenaikan harga emas dunia turut berdampak signifikan terhadap pasar emas di dalam negeri. Meski nilai tukar rupiah mengalami penguatan, kondisi tersebut belum mampu menahan laju kenaikan harga emas di Indonesia.
"Harga emas dunia saat ini sudah menyentuh level 5.085. Di Indonesia pun juga sama walaupun Rupiah mengalami penguatan tetapi supply dan demandnya pun juga tidak seimbang. Kita melihat bahwa barang langka. Kemudian orang pun juga sulit melakukan pembelian (emas),” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Menurut Ibrahim, persoalan utama di pasar domestik bukan hanya faktor nilai tukar, melainkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Emas Digital Jadi Alternatif Investasi di Tengah Harga Tinggi
Di tengah mahalnya harga emas fisik, Ibrahim Assuaibi menyebut emas digital menjadi solusi investasi yang semakin diminati masyarakat. Emas digital dinilai lebih terjangkau karena dapat dibeli dengan nominal kecil, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000, sehingga membuka akses investasi bagi lebih banyak kalangan.
"Ada satu cara yang cukup menarik yaitu dengan emas digital. Emas digital ini lebih murah Kita memiliki uang Rp100.000-Rp500.000. Ini pun juga bisa melakukan investasi dan ini pun juga sangat diminati oleh masyarakat Baik melalui bullion bank maupun yang lainnya,” ujarnya.
Selain harganya yang relatif lebih murah, emas digital juga memungkinkan pembelian dalam ukuran sangat kecil, bahkan hingga 0,01 gram. Ibrahim menambahkan, spread harga emas digital cenderung lebih kecil dibandingkan emas fisik, sehingga dinilai lebih efisien bagi investor ritel.Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu berinvestasi meski harga emas saat ini sudah berada di level tinggi.
Pengamat: Jangan Takut Investasi di Emas Digital
Emas digital dapat diakses melalui berbagai platform seperti Metalgo Plus, bullion bank, BSI, maupun Pegadaian sebagai alternatif investasi yang lebih fleksibel dan terjangkau.
"Jadi, jangan takut bagi masyarakat yang sekarang harganya sudah terlalu tinggi Kemudian gimana caranya? Masuklah di emas digital Bisa melalui metalgo plus, Kemudian bullion bank, BSI atau Pegadaian,” pungkasnya.
Harga Emas Dunia Sentuh USD 5.000
Sebelumnya, harga emas dunia memperpanjang rekor kenaikan seiring investor mencari safe haven di logam mulia. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global.
Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot dan kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk Februari naik 1,2%. Harga emas dunia diperdagangkan masing-masing USD 5.042 dan USD 5.036.
Lonjakan harga logam mulia ini terjadi karena titik-titik konflik baru-baru ini dari Greenland dan Venezuela hingga Timur Tengah menggarisbawahi risiko geopolitik yang lebih tinggi, memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian.
"Kenaikan harga emas dan perak baru-baru ini terjadi karena masalah geoekonomi terkait Greenland,” tulis HSBC dalam sebuah catatan pekan lalu.
Perak juga menguat pada hari Senin, dengan harga spot melonjak 3% menjadi USD 106,1 per ounce, juga diuntungkan oleh permintaan industri.
Analis di Union Bancaire Privée (UBP) mengatakan pada Jumat kalau harga telah naik karena permintaan yang berkelanjutan dari pembeli institusional dan ritel.
“Kami memperkirakan emas akan menikmati tahun yang kuat lagi, mencerminkan permintaan investasi bank sentral dan ritel yang berkelanjutan, dengan target harga akhir tahun sebesar USD 5.200 per ons,” kata UBP.
Goldman Sachs melihat basis permintaan emas telah meluas di luar saluran tradisional. Kepemilikan ETF Barat telah meningkat sekitar 500 ton sejak awal 2025, sementara instrumen baru yang digunakan untuk melindungi risiko kebijakan makro, termasuk pembelian fisik oleh keluarga kaya, telah menjadi sumber permintaan yang semakin penting.
Pembelian oleh Bank Sentral
Bank investasi tersebut baru-baru ini menaikkan perkiraan harga emas Desember 2026 menjadi USD 5.400 per ounce, naik dari USD 4.900 sebelumnya, dengan alasan bahwa lindung nilai terhadap risiko makro dan kebijakan global telah menjadi "lengket," yang secara efektif menaikkan titik awal harga emas tahun ini.
Pembelian oleh bank sentral juga tetap kuat. Goldman memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral sekarang rata-rata sekitar 60 ton per bulan, jauh di atas rata-rata sebelum 2022 sebesar 17 ton, dengan bank sentral negara berkembang terus mengalihkan cadangan mereka ke emas.
Yang terpenting, bank tersebut berasumsi lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global, termasuk kekhawatiran seputar keberlanjutan fiskal, akan tetap berlaku hingga tahun 2026, tidak seperti lindung nilai terkait pemilu yang dengan cepat berakhir setelah pemilu AS pada akhir 2024.
"Kami berasumsi bahwa lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global tetap stabil karena risiko yang dirasakan ini (misalnya, keberlanjutan fiskal) mungkin tidak sepenuhnya terselesaikan pada tahun 2026,” kata Goldman pekan lalu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5057629/original/036058700_1734597838-IMG_5078.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484371/original/074174100_1769421650-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_16.48.13_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484325/original/082257300_1769420072-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_09.41.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2961006/original/032643100_1573113387-20191107-Pembelian-Sukuk-Tabungan-Seri-ST-006-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484302/original/004728400_1769419751-0126__7__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5162733/original/062349400_1741931065-IMG-20250314-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5162737/original/027267400_1741931150-IMG-20250314-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4014637/original/064186400_1651805684-20220505-_Keindahan_Pantai_Kelan_di_Samping_Bandara_Ngurah_Rai-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483912/original/067114900_1769406871-1000216703.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483801/original/017575900_1769403621-Konferensi_pers_pembukaan_masa_penawaran_ORI029T3_dan_ORI029T6__Senin__2612026_..jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334084/original/084884800_1756705989-Gambar_WhatsApp_2025-09-01_pukul_12.42.56_4faa7747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440453/original/006723600_1765434311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483911/original/059517800_1769406855-1000216704.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980731/original/087399800_1648714875-20220331-Laporan-SPT-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3632202/original/008777100_1636861919-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)