2.862 Industri Kecil Menengah Terdampak Bencana Sumatera, Paling Banyak di Aceh

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan ada ribuan industri kecil menengah (IKM) yang terdampak bencana Sumatera. Mayoritas beroperasi di Provinsi Aceh.

Agus mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun per 23 Januari 2026, IKM terdampak di Aceh mencalai 1.960 unit. Jumlah ini menjadikannya yang paling banyak terdampak dari 3 provinsi imbas bencana Sumatera.

"Terdapat 2.826 industri kecil menengah yang terdampak bencana di tiga provinsi dengan konsentrasi terbesar di Provinsi Aceh 1.960 industri kecil menengah, Sumatera Barat 647 industri kecil menengah, dan Sumatera Utara 217 industri kecil menengah," kata Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (26/1/2026).

Dia turut menguraikan sektor IKM yanh paling terdampak bencana banjir bandang di tiga provinsi tersebut. Sektor pangan, furnitur, dan bahan bangunan paling banyak terdampak dengan jumlah 1.706 unit.

Kemudian, sektor kimia, sandang, dan kerajinan mencapai 699 unit. Lalu, sektor logam, mesin, elektronika mencapai 408 unit. Serta, sektor aneka sebanyak 11 unit.

"Dan ini menegaskan bahwa dampak bencana paling besar terjadi pada sektor-sektor berbasis kebutuhan dasar dan aktivitas produksi lokal," tegasnya.

Kemenperin Siapkan Rp 299 Miliar

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berfokus untuk memanfaatkan anggaran dari rincian output (RO) khusus pada tahun 2026 dengan jumlah Rp 299,9 miliar.

Tujuannya untuk pelaksanaan agenda prioritas industri, pemulihan industri kecil terdampak bencana, dan partisipasi di Industrial International Exhibition (Pameran Industri Internasional) atau INNOPROM 2026.

"Seluruh penganggaran ini diarahkan untuk memastikan bahwa setiap Rupiah anggaran memberikan dampak nyata, mendukung program prioritas, serta memperkuat peran industri nasional sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang dalam pernyataannya dikutip dari Antara, Kamis (8/1/2025).

Bantu IKM Terdampak Bencana

Dia mengatakan, fokus anggaran RO tersebut untuk industri kecil yang terdampak banjir di Sumatera, dilakukan supaya ekonomi daerah yang terdampak bisa segera pulih.

"Saya kira pulih saja tidak cukup, melainkan saudara-saudara kita di sana butuh pulih lebih cepat. Harapannya, program-program pemerintah ini akan mempermudah restarting sektor industri kecil yang ada di ketiga provinsi terdampak bencana," kata Agus.

Sementara itu, partisipasi Indonesia sebagai Partner Country Pameran INNOPROM 2026, pada pertengahan tahun ini di Rusia merupakan bagian dari memperkuat promosi industri nasional dan juga kerja sama internasional.

Agus juga menyampaikan Tahun Anggaran 2026, Kemenperin menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan melalui perencanaan yang lebih matang, penyerapan anggaran juga harus tepat waktu, serta penguatan prinsip akuntabilitas dan transparasi.

Fondasi Tata Kelola

Komitmennya terhadap tata kelola keuangan negara jga tercermin dari berbagai capaian kelembagaan. Kementeria Perindustrian telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan total 17 kali berturut-turut sejak tahun 2008 hingga 2024.

Kemenperin juga memperoleh sebuah penghargaan 'Reksa Bandha' atas hasil kinerjanya dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), baik dari sisi utilitas ataupun kualitas pelaporan, yang berkosistensi dalam pengelolaan aset negara secara tertb dan bernilai tambah.

Menyambut kebijakan pada tahun 2026, pihaknya mentapkan pembangunan industri yang fokusnya pada penguatan stryktur ekonomi nasional, peningkatan daya asing, serta keberlanjutan pembangunan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |