Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyiapkan jadwal penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang 2026. Skema penerbitan dirancang tersebar selama satu tahun dengan jumlah seri yang direncanakan sama seperti tahun sebelumnya, guna memberikan kepastian dan fleksibilitas bagi investor ritel.
Plt. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI, Novi Puspita Wardani, menyampaikan bahwa pola penerbitan SBN ritel pada 2026 akan relatif serupa dengan 2025.
“2026 bagaimana? More or less the same. Nah, kalau kita lihat dari 8 seri yang sudah diterbitkan oleh pemerintah sepanjang 2025 ini,” ujarnya dalam Media Briefing Pembukaan Masa Penawaran ORI029T3 & ORI029T6, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, jadwal penawaran SBN ritel disusun sebagai acuan bagi investor dalam menyesuaikan waktu investasi, meskipun tanggal penerbitan bersifat tentatif.
“Ini jadwalnya tentatif tapi ya biasanya kalau pun bergeser ya geser 1–2 hari saja, tapi ini bisa digunakan sebagai acuan buat para investor,” kata Novi.
Berdasarkan materi presentasi media briefing, pemerintah merencanakan penerbitan 8 seri SBN ritel sepanjang 2026, yang ditawarkan secara berkala hampir sepanjang tahun dengan jeda antar penerbitan relatif singkat
Seri pembuka kalender SBN ritel 2026 adalah Obligasi Negara Ritel seri ORI029, yang masa penawarannya berlangsung 26 Januari hingga 19 Februari 2026. ORI029 ditawarkan dalam dua tenor, yakni tenor tiga tahun (ORI029T3) dan enam tahun (ORI029T6), dengan kupon tetap masing-masing sebesar 5,45 persen dan 5,80 persen per tahun
Ketersediaan jadwal penawaran SBN ritel sepanjang tahun dimaksudkan agar investor dapat menyesuaikan pembelian dengan jadwal jatuh tempo investasi sebelumnya, serta memanfaatkan momentum di pasar perdana maupun pasar sekunder.
Investor SBN Ritel 2025 Sentuh 262 Ribu, Perempuan Mendominasi
Sebelumnya, peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID) terus mendorong pertumbuhan basis investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Sepanjang 2025, partisipasi investor individu dalam SBN ritel tercatat meningkat, seiring dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Plt. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI, Novi Puspita Wardani, menyampaikan sejak penerapan SID, jumlah investor di pasar SBN ritel menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Lanjut baca
Sepanjang 2025, pemerintah telah menerbitkan delapan seri SBN ritel yang melibatkan total 262 ribu investor. Jumlah tersebut mencerminkan semakin luasnya jangkauan SBN ritel sebagai instrumen investasi bagi masyarakat. "Sejak penerapan dari SID di tahun 2018, SID ini kalau di sistem ISBN atau sistem yang memang kami siapkan untuk pembelian SBN secara online itu sudah mulai menerapkan SID di tahun 2018, kita lihat di sini jumlah investor,” ujar Novi dalam Media Briefing Pembukaan Masa Penawaran ORI029T3 & ORI029T6, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data kepemilikan, investor perempuan mendominasi pembelian SBN ritel dengan porsi 58 persen, sementara investor laki-laki sebesar 42 persen. Dominasi ini menunjukkan karakter SBN ritel sebagai instrumen berpendapatan tetap yang memberikan kepastian imbal hasil. Dari sisi generasi, investor muda menjadi kontributor utama. Gabungan generasi milenial dan Gen Z mencapai sekitar 57 persen dari total investor SBN ritel 2025. Sementara itu, generasi X dan baby boomers masih berpartisipasi, meski porsinya lebih kecil, dan generasi tradisional tercatat sekitar 1 persen. Berdasarkan profesi, investor SBN ritel didominasi oleh pegawai swasta sebesar 33 persen, diikuti wiraswasta sekitar 18 persen. Dari sisi wilayah, partisipasi investor masih terkonsentrasi di Indonesia bagian barat dengan porsi 62,1 persen, termasuk DKI Jakarta sebesar 27,7 persen. Adapun Indonesia bagian tengah tercatat 9,7 persen, mencerminkan tantangan sekaligus potensi perluasan literasi keuangan di wilayah tersebut. .

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2411072/original/009080400_1542515913-Mobil-Jeep-Wranglers-20191.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484369/original/078279000_1769421605-IMG_0565.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5057629/original/036058700_1734597838-IMG_5078.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484371/original/074174100_1769421650-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_16.48.13_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484325/original/082257300_1769420072-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_09.41.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484302/original/004728400_1769419751-0126__7__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5162733/original/062349400_1741931065-IMG-20250314-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5162737/original/027267400_1741931150-IMG-20250314-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4014637/original/064186400_1651805684-20220505-_Keindahan_Pantai_Kelan_di_Samping_Bandara_Ngurah_Rai-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483912/original/067114900_1769406871-1000216703.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483801/original/017575900_1769403621-Konferensi_pers_pembukaan_masa_penawaran_ORI029T3_dan_ORI029T6__Senin__2612026_..jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334084/original/084884800_1756705989-Gambar_WhatsApp_2025-09-01_pukul_12.42.56_4faa7747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440453/original/006723600_1765434311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483911/original/059517800_1769406855-1000216704.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3632202/original/008777100_1636861919-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)