Rupiah Ditutup Perkasa Hari Ini Lawan Dolar AS, Sentuh Level Segini

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini Senin 26 Januari 2026. Kurs rupiah menguat 38 poin atau 0,23 persen menjadi 16.782 per dolar AS dari sebelumnya 16.820 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menganggap penguatan ini dipengaruhi respons positif pasar terhadap komitmen Bank Indonesia (BI) dana menjaga stabilitas rupiah.

“Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot,” katanya, dikutip dari Antara, Senin(26/1/2026).

Ke depan, lanjutnya, BI meyakini kurs rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.

Penguatan rupiah juga didukung cadangan devisa (cadev) yang lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.

Melihat sentimen global, ketegangan antara AS dengan NATO meningkat pasca Presiden AS Donald Trump hendak mengakuisisi Greenland.

“Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas,” ungkap Ibrahim.

Di sisi lain, Trump juga mengancam pengenaan tarif sebesar 100 persen terhadap barang-barang Kanada apabila negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. 

“Trump menulis di platform media sosialnya bahwa Kanada dapat digunakan sebagai ‘pelabuhan transit’ untuk barang-barang China yang masuk ke Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa Beijing akan ‘memakan Kanada hidup-hidup’ jika kesepakatan tersebut berjalan,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.779 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.838 per dolar AS.

Kurs Dolar Tertekan Awal Pekan, Terdampak Kondisi Global

Sebelumnya, kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta. Pada Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah tercatat menguat 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp 16.784 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.820 per dolar AS.

Lanjut baca

Penguatan rupiah terjadi seiring tekanan yang kembali dialami kurs dolar AS di pasar global, menyusul rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pelaku pasar. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan kurs dolar AS membuka peluang penguatan lanjutan bagi rupiah. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali mengalami sell-off menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah,” katanya dikutip dari Antara. Data ekonomi terbaru menunjukkan Purchasing Managers' Index (PMI) Amerika Serikat tercatat di level 51,9, lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebesar 52. Selain itu, ekspektasi inflasi konsumen AS tercatat sebesar 4 persen, di bawah perkiraan sebelumnya di level 4,2 persen.  

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |