Kemenperin Butuh Rp 318 Miliar Buat Bantu IKM Pulih Pascabencana Sumatera

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan butuh total Rp 318 miliar untuk pemulihan industri kecil menengah (IKM) yang terdampak bencana Sumatera. Total IKM terdampak mencapai 2.824 unit dan terbanyak ada di Aceh.

Hitungan awalnya, setiap industri diberikan biaya sekitar Rp 35 juta per IKM. Dana tersebut akan diberikan untuk bantuan mesin, peralatan sederhana, hingga layanan produksi sementara. 

"Ini kalau kita hitung-hitung, kita kalkulasi lepas, apabila kebutuhan biaya rata-rata sebesar Rp 35 juta per unit industri kecil, maka kebutuhan anggaran untuk bantuan mesin dan peralatan diperkirakan akan mencapai Rp 98,84 miliar," ungkap Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (26/1/2026).

Dia menerangkan, bantuan ini dijalankan melalui program Restart Industri Kecil Pasca Bencana. Program ini dibagi dalam dua tahap yang akan dijalankan pada 2026.

Setelah dihitung, secara total Kementerian Perindustrian membutuhkan dana total Rp 318 miliar untuk membantu pemulihan IKM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Selain itu, juga terdapat beberapa program kegiatan lain, selain bantuan mesin, peralatan yang akan dimasukkan ke dalam program restart IKM, sehingga total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 318 miliar," tuturnya.

Skema Bantuan

Dia menuturkanada dua pendekatan dalam bantuan pemulihan itu. Pertama, berbasis sentra IKN rimah profuksi bersama, dan kedua, berbasis unit usaha melalui fasilitasi langsung pada kelompok usaha bersama atau KUB industri kecil. 

"Pendekatan ini dirancang untuk menjawab kondisi beragam dari industri kecil yang terdampak, baik yang tidak dapat kembali beroperasi secara mandiri, maupun yang kita anggap masih memiliki potensi untuk segera memulai kembali usahanya," ujarnya.

"Kegiatan akan difokuskan pada bantuan mesin dan peralatan sederhana, layanan produksi sementara, koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian lembaga terkait, serta pemenuhan kebutuhan pendukung seperti bahan baku, akses pasar, dan juga tentu pembiayaan," dia menambahkan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |