Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur, Thomas Djiwandono Jamin Independensi BI

1 hour ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Thomas Djiwandono menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia bersama Kondisi XI DPR RI, Senin (26/1/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong sinergi fiskal dan moneter sembari menjamin independensi BI sebagai bank sentral.

Sosok yang sebelumnya duduk sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) tersebut menekankan, pengelola kebijakan fiskal dan moneter harus saling bersinergi. Guna mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai jalur.

"Berbekal pengalaman di fiskal, dan bagaimana melihat nanti apabila dicetuskan untuk masuk, bagaimana sinergi bisa berlanjut," ujar pria yang akrab disapa Tommy tersebut.

Tommy lantas mencetuskan 5 strategi tematik dalam programnya sebagai calon Deputi Gubernur BI. Antara lain, governance yang kuat dan kredibel, efektifitas kebijakan, resiliensi sistem keuangan, akselerasi sinergi fiskal-moneter-sektor keuangan, serta keberlanjutan transformasi keuangan.

Kelima strategi itu bertujuan untuk mencapai hasil berupa suatu fondasi yang kuat. Seperti, ia mencontohkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)

"Kelima tema ini saya akan jelaskan lebih detail nanti. Cuman intinya adalah saya merasa bahwa 5 hal ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan secara adaptif dan agile. Saya namakan ini strategi Gerak," kata Thomas Djiwandono.

Jamin BI Tetap Independen

Menurut dia, strategi tersebut turut menguatkan posisi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter tertinggi yang independen.

"Saya ingin menekankan, tema-tema tersebut dalam ruang lingkup dimana independensi bank sentral tetap dipertahankan, dimana BI tetap independen menjalankan kebijakannya, tetap prudent dan terukur dalam koridor mandatnya," tegasnya.

"Artinya sinergi dengan stakeholder lain, sinergi dengan fiskal, OJK, dan lembaga keuangan lainnya tidak mengurangi independensi Bank Indonesia," kata Tommy.

Ekonomi Nasional Tahan Banting

Lebih lanjut, ia turut menggambarkan kondisi perekonomian nasional yang tetap tahan banting di tengah gejolak ekonomi global. Tommy mengutip pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 persen pada kuartal III 2025, dengan inflasi inti terkendali di angka 2,9 persen.

"Sektor keuangan juga tahan terhadap goncangan. Surplus neraca keuangan kita juga tetap baik, sudah selama 7 bulan terakhir tetap konsisten surplus. Dan yang penting juga cadangan devisa kita mendekati rekor tertinggi," imbuhnya.

"Inflasi inti kita yang sangat rendah kalau kita keluarkan emas, inflasi kita di 1,46 persen. Ini memberikan beberapa peluang untuk kita, terutama dari segi sinergi antara fiskal dan moneter," ucap Thomas Djiwandono.

Lanjut Baca:

TNI Bangun 15 Jembatan Perintis di Aceh, Buka Akses Desa Pascabanjir Bandang

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |