Cerita dari Lereng Merapi: Desa Pentingsari, dari Dusun Prasejahtera jadi Desa Wisata Unggulan

2 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta Desa Wisata Pentingsari yang berada di lereng Gunung Merapi tak cuma menawarkan pesona lanskapnya. Namun, suasana kekeluargaan dan kehangatan yang ditawarkan penduduknya, juga menjadikan tempat yang membekas di hati banyak wisatawan.

Melalui payung program Bakti BCA, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) turut mendukung pengembangan desa ini sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.

Desa Wisata Pentingsari dulunya merupakan dusun prasejahtera yang bergantung pada sektor pertanian. Sejak dikembangkan menjadi desa wisata pada tahun 2008, potensi wisata dan ekonomi lokal semakin berkembang. Hal ini turut berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Dukungan Bakti BCA tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata, tetapi juga mencakup pengembangan UMKM lokal. Berbagai pelatihan peningkatan kualitas produk telah dilakukan untuk membantu pelaku usaha menghadirkan produk yang lebih unggul dan berdaya saing.

Selain itu, Bakti BCA juga memberikan ruang promosi bagi UMKM Pentingsari melalui keikutsertaan dalam berbagai acara, sehingga produk-produk unggulan seperti keripik jamur, granola dan kain batik dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“BCA hadir mendukung Desa Wisata Pentingsari karena kami merasakan semangat positif dari masyarakat lokal yang ingin menjadi desa mandiri. Secara khusus, kami mengapresiasi komitmen para pengurus desa yang telah bekerja keras mengembangkan desa ini menjadi destinasi yang dicintai wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," kata Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono dikutip Minggu (10/8/2025).

Angkat Tema Desa Wisata Alam, Budaya dan Pertanian

Desa Wisata Pentingsari mengangkat tema desa wisata alam, budaya dan pertanian yang berwawasan lingkungan. Desa ini bekerja sama dengan operator Lava Tour Merapi sehingga dapat menawarkan wisatawan pengalaman menyaksikan langsung jejak erupsi Gunung Merapi.

Selain itu, keberadaan homestay juga menawarkan pengalaman bagi wisatawan untuk tinggal satu atap dengan masyarakat, sekaligus mengenal keseharian desa lewat aktivitas seperti membatik, membuat wayang suket, hingga bercocok tanam.

Sejak resmi menjadi Desa Bakti BCA pada tahun 2014, masyarakat Desa Wisata Pentingsari telah menerima berbagai pelatihan dari BCA guna meningkatkan kualitas layanan pariwisata. Mulai dari pelatihan pemandu wisata (tour guide) agar mampu memberikan pengalaman tur yang informatif dan menyenangkan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, pelatihan pengelolaan homestay untuk memperkuat kemampuan hospitality warga, hingga perluasan akses pasar melalui integrasi penjualan tiket wisata di fitur lifestyle aplikasi BCA mobile.

Hingga saat ini, program pelatihan yang BCA sediakan telah menjangkau lebih dari 300 warga dan melibatkan 80 homestay aktif. Fasilitas tersebut kini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dari berbagai kota maupun mancanegara.

Program Desa Wisata Bakti BCA merupakan bagian dari komitmen BCA untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan pariwisata berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan BCA secara berkelanjutan.

Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Sebelumnya, BCA juga telah mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat lokal di bawah program Desa Wisata Bakti BCA. Antara lain melalui pendampingan perajin di Desa Wisata Taro untuk memperluas akses pasar, serta pelibatan desa wisata binaan dalam ajang Wonderful Indonesia Travel Fair 2024.

Hingga saat ini, enam desa wisata binaan BCA telah berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ASEAN Tourism Awards (ATA) 2025, yakni Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Semen, Desa Wisata Taro, Kampung Wisata Pecinan Glodok, dan Desa Wisata Hijau Bilebante.

“Kami berharap kolaborasi BCA bersama Desa Wisata Pentingsari dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara sektor perbankan dan komunitas lokal mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus berkomitmen untuk mendampingi lebih banyak desa di Indonesia dalam menggali potensi lokal dan menciptakan dampak sosial yang inklusif,” tutur EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Berkat inovasi, tata kelola kelembagaan yang solid, dan kerja sama kolektif, Desa Wisata Pentingsari menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengembangkan desa wisata dengan prinsip keberlanjutan.

Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Ciptaningtias mengatakan, “Desa Wisata Pentingsari adalah bukti nyata kerja keras masyarakat dalam menghidupi dan membanggakan tanah kelahiran kami. Kami percaya bahwa desa ini menyimpan banyak potensi alam, budaya serta tradisi yang bisa dinikmati wisatawan. Dukungan BCA melalui program Desa Bakti BCA mendorong kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menarik lebih banyak wisatawan untuk singgah. Kami bangga menjadi bagian dari desa binaan Bakti BCA.”

Dampak Bakti BCA untuk Desa Pentingsari

Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari Ciptaningtias memaparkan kolaborasi antara Bakti BCA dengan Desa Wisata Pentingsari dan dampak positif yang dihasilkan pada Kamis (31/07). Sejak resmi menjadi bagian Desa Bakti BCA pada tahun 2014, masyarakat Desa Wisata Pentingsari telah menerima berbagai pelatihan dari Bakti BCA guna meningkatkan kualitas layanan pariwisata.

Mulai dari pelatihan pemandu wisata (tour guide), pelatihan pengelolaan homestay, hingga perluasan akses pasar melalui integrasi penjualan tiket wisata di fitur lifestyle aplikasi BCA mobile. Desa Wisata Pentingsari berhasil meraup pendapatan hingga Rp4,8 miliar pada tahun 2024.

Tidak hanya pengelolaan pariwisata, program Bakti BCA juga mendorong semangat kewirausahaan di Desa Wisata Pentingsari. Sejak kolaborasi berlangsung, produk-produk hasil karya warga Desa Pentingsari kian berkembang, seperti kudapan keripik jamur, kopi, granola, hingga kain batik. Perkembangan UMKM tersebut merupakan salah satu hasil dari pembinaan berkelanjutan Bakti BCA di Desa Wisata Pentingsari.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |