Bareng Danantara, Menteri Ara Siapkan Skema Rumah Susun Subsidi

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait (Ara), menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema rumah susun (rusun) subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan.

Skema ini, kata Menteri Ara, akan dikembangkan bersama pihak swasta, termasuk Danantara, sebagai bagian dari upaya mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

“Kami akan segera persiapkan. Saya akan bertemu dengan Pak Rosan untuk mempersiapkan skema-skemanya dengan Danantara. Mohon doa-nya, mudah-mudahan sebentar lagi ada kabar baik,” ujar Menteri Ara dalam acara peringatan HUT Gerindra ke-18 di Ruang Nusantara IV DPR RI, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, pembangunan rumah susun subsidi di kota menjadi salah satu fokus kerja Kementerian PKP tahun 2026. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat kecil, termasuk pekerja sektor informal, agar dapat memiliki hunian layak dengan harga terjangkau di lokasi strategis.

“Presiden Prabowo selalu menekankan agar seluruh program pemerintah benar-benar berdampak bagi rakyat kecil. Karena itu, kami ingin setiap program perumahan, termasuk rumah susun subsidi, dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.

Melalui skema kolaboratif dengan dunia usaha, pemerintah menargetkan proyek percontohan rusun subsidi di beberapa kota besar dapat dimulai dalam waktu dekat. Program ini diharapkan melengkapi berbagai inisiatif perumahan rakyat lainnya seperti pembangunan rumah subsidi tapak dan bantuan rumah swadaya. (Jay)

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Awal Maret 2026

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melaksanakan land clearing proyek rumah susun (rusun) subsidi atau rusun subsidi di Meikarta. Pembangunan rusun akan mulai berjalan pada Maret 2026. Menteri (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan, pemasangan tiang pancang yang bakal menjadi fondasi utama konstruksi bangunan nantinya akan dimulai pada 8 Maret 2026. 

"Masih di-desain tapi sekitar 5.000 tiang pancang tanggal 8 itu kita bisa siapkan," ujar dia di Meikarta, Kamis (29/1/2026). 

Ia menargetkan, pembangunan akan rampung pada 2028 dengan pembangunan struktur konstruksi akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026. Keyakinan ini semakin jelas dengan rencana investasi dari Lippo Group sebesar Rp 39 triliun.

Menurut dia, investasi tersebut diperlukan untuk mendukung pembangunan sekitar 54 tower yang terletak di 3 area berbeda di atas lahan kurang lebih seluas 30 hektare (Ha).

Ia menguraikan, masing-masing kawasan akan dibangun 18 tower yang mencakup 2.600 unit hunian. Dengan demikian, total tower yang akan dibangun di 3 lokasi bakal mencapai 54 tower dengan total 141.000 unit.

"Kita serahkan kunci kepada rakyat 8 Agustus 2028," ujar dia.

Meikarta Bakal jadi Salah Satu Lokasi Rusun Subsidi

Sebelumnya, Ara mengungkapkan, Meikarta akan menjadi salah satu lokasi rumah susun (rusun) subsidi.  Selain itu, pihaknya juga akan mengundang pengembang rusun subsidi dan para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan mengenai rusun subsidi pada Rabu, 14 Januari 2026.

“Ya, tadi kita sudah bahas, tadi saya sudah minta data dari Perumnas ada di mana saja, dari pengembang-pengembang swasta punya lokasi di perkotaan di mana saja. Salah satunya di Meikarta,” kata Ara dikutip dari Antara, Selasa, 13 Januari 2026.

Maruarar akan kembali mengundang para pengembang rusun subsidi dan para pemangku kepentingan terkait untuk membahas mengenai rusun subsidi pada Rabu 14 Januari 2025.

"Pada hari Rabu malam saya undang lagi ke kantor (Kementerian PKP) jam sembilan malam. Kita lihat kesiapannya ya. Kita lihat kesiapannya, tapi salah satunya di Meikarta," ujar dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |