Liputan6.com, Jakarta - Ketidakpastian geopolitik yang dipicu oleh arah kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump menekan pasar global dalam beberapa pekan terakhir, tercermin dari pelemahan dolar ke posisi terendah dalam empat tahun.
Di saat yang sama, investor beralih ke aset safe haven sehingga mendorong harga emas menembus rekor baru di atas USD 5.500 per ons, situasi yang sekaligus membuka ruang bagi China untuk mengangkat mata uangnya sebagai alternatif di pasar internasional.
Dilansir dari CNN, Rabu (04/02/2026), jurnal ideologi utama Partai Komunis Tiongkok memuat pernyataan Presiden Xi Jinping yang memaparkan ambisi menjadikan renminbi sebagai mata uang cadangan global. Peran tersebut saat ini masih dipegang dolar AS, yang menjadi mata uang utama dalam sebagian besar transaksi internasional dan dipandang sebagai salah satu aset paling aman di dunia.
Penurunan tajam nilai dolar sejak Trump kembali menjabat tahun lalu dipandang membuka peluang bagi para penantang potensial, meski dalam waktu dekat belum ada indikasi perubahan besar yang akan terjadi.
Menurut jurnal Qiushi, Xi menegaskan kepada para pejabat bahwa China harus menargetkan pembangunan mata uang yang kuat dan luas digunakan dalam perdagangan internasional serta transaksi valas, didukung bank sentral yang kokoh, sekaligus memiliki kapasitas menarik investasi dan memengaruhi penetapan harga global.
Komentar pemimpin Tiongkok itu disampaikan secara tertutup pada 2024, namun baru dipublikasikan partai sebagai bagian dari upaya Beijing menegaskan posisinya sebagai mitra ekonomi dan politik yang dinilai lebih dapat diandalkan dibandingkan AS.
Alasan Rencana Ini Dinilai Krusial
Selama lebih dari sepuluh tahun, China berupaya mendorong renminbi masuk ke sistem keuangan global dan memperkuat posisinya sebagai mata uang internasional. Kini, upaya tersebut mulai membuahkan hasil seiring munculnya tren yang disebut “de-dolarisasi.”
Keputusan Presiden Donald Trump untuk menerapkan beberapa putaran tarif terhadap mitra dagang utama dinilai menggerus kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan stabilitas nilai dolar.
Di saat yang sama, rencana perubahan kepemimpinan di Federal Reserve — setelah Trump menunjuk Kevin Warsh menyusul perselisihan berkepanjangan dengan Ketua The Fed, Jerome Powell turut menambah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan suku bunga AS.
Investor telah mengurangi eksposur terhadap dolar sejak awal tahun lalu, dan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde menyerukan agar euro memainkan peran yang lebih besar dalam keuangan global.
Ancaman bea masuk dan sanksi yang dikenakan oleh AS juga mendorong beberapa negara untuk mencari cara untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar.
“Untuk membuat orang menggunakan renminbi, Anda harus menciptakan ceruk pasar, dan itu sangat sulit,” kata Dinny McMahon, kepala riset pasar di perusahaan riset Trivium China.
“Sekarang cara Partai memikirkannya adalah, 'Oh, kita berada di momen yang sangat unik, karena orang-orang mulai kecewa dengan dolar,” tambahnya.
Mengendalikan Mata Uang Dunia: Kunci Dominasi Ekonomi
Dolar AS telah menjadi pusat sistem ekonomi global selama lebih dari delapan dekade sejak Perang Dunia II, menyusul Perjanjian Bretton Woods yang menetapkannya sebagai mata uang berbasis emas dan acuan bagi 44 mata uang lain.
Status tersebut menopang tingginya permintaan terhadap dolar, yang pada gilirannya memperkuat kemampuan Amerika Serikat untuk memperoleh pembiayaan luar negeri dengan biaya pinjaman rendah sekaligus memperluas pengaruhnya dalam penerapan sanksi ekonomi terhadap negara lain.
Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat tujuh mata uang cadangan utama selain dolar AS, yakni euro, renminbi China, yen Jepang, dolar Kanada, dolar Australia, pound sterling, dan franc Swiss.
Di sisi lain, China terus mendorong penguatan peran renminbi di panggung global sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada dominasi finansial AS sekaligus memperluas pengaruh politik dan ekonominya dalam perdagangan serta sistem keuangan internasional.
Aksi China untuk Memperkuat Renmibi
China telah mengambil langkah-langkah untuk membuat renminbi lebih menarik bagi investor asing, seperti meningkatkan akses ke sekuritas China seperti saham, obligasi, dan komoditas, serta menyederhanakan pembayaran lintas batas.
Penguatan hubungan dagang China dengan negara-negara berkembang dinilai memperbesar peluang penggunaan renminbi dalam transaksi lintas negara. Penggunaan mata uang tersebut untuk penyelesaian perdagangan tercatat mencapai rekor tertinggi setelah negara-negara Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasi ke Ukraina, di tengah posisi China yang tetap menjadi salah satu mitra dagang utama Moskow.
Gubernur bank sentral China, Pan Gongsheng, mengatakan bahwa renminbi adalah mata uang pembiayaan perdagangan terbesar di dunia dan mata uang pembayaran terbesar ketiga, dalam komentarnya yang menyerukan pengembangan sistem mata uang "multipolar" daripada dominasi dolar.
Akankah Dolar Tergantikan Oleh Renminbi?
Menurut data dari IMF, dolar AS menyumbang sekitar 57% dari cadangan devisa tahun lalu, euro sekitar 20%, dan renminbi sekitar 2%. China belum secara eksplisit menyatakan rencana untuk menggantikan dolar, tetapi lebih memperluas peran mata uangnya sendiri sebagai perbandingan.
Meskipun Beijing mempromosikan renminbi sebagai mata uang yang praktis dan aman untuk perdagangan global, para analis menilai kontrol ketat terhadap arus modal lintas batas membuat investor dan lembaga keuangan enggan menjadikannya sebagai cadangan utama. Selain itu, China dinilai cenderung mempertahankan nilai tukar renminbi relatif lebih lemah dibanding mata uang lain guna menopang daya saing sektor ekspornya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4309526/original/026823000_1675220485-WhatsApp_Image_2023-02-01_at_09.25.58-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495567/original/024225200_1770376170-1000227405.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495597/original/056933700_1770378064-IMG-20260206-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495582/original/059175000_1770377414-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_4.04.52_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4512410/original/017897500_1690191035-20230724_153928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490355/original/083815500_1770008905-Screenshot_2026-02-02_at_12.04.13.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2827477/original/081286500_1560418045-13_Juni_2019-B30-OK_VER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1641377/original/045202600_1499335559-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460953/original/074159500_1767329160-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_10.23.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383135/original/032012200_1760622391-IMG_8063.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495362/original/047308100_1770366309-Bank_Indonesia_dan_Bank_of_Korea_-2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397118/original/065642100_1681623607-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494633/original/082230500_1770304294-1000226550.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491922/original/066750500_1770110540-1000224247.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495121/original/014080400_1770356063-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377339/original/034194800_1760089873-WhatsApp_Image_2025-10-10_at_4.22.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387428/original/053594900_1761041499-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_06.51.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4594999/original/047400000_1696220197-Jokowi_Resmikan_Kereta_Cepat_Jakarta-Bandung_Whoosh-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1676457/original/010595500_1502453066-20170811-indonesia-property-expo-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4531309/original/096308400_1691557117-IMG-20230809-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1041287/original/081496000_1446466762-20151101-Penyimpanan-Uang-Jakarta-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346012/original/090224300_1757577407-buah_3.jpg)