Top 3: Perminas Gandeng NEM Asal Abu Dhabi, Kelola Logam Tanah Jarang

22 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas mulai menjajaki pengelolaan logam tanah jarang (rare earth) di Indonesia dan Republik Gabon, Afrika Tengah. Langkah ini bakal memanfaatkan kerja sama dengan perusahaan asal Abu Dhabi yakni NEM.

Perminas resmi meneken Nota Kesepahaman (MoU) dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM). MoU itu menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait: pertama, sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon, dan kedua, potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Indonesia.

"Fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global," kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengutip keterangan resmi, Selasa, 17 Februari 2026.

Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat integrasi hulu-hilir serta membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global yang mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.

Rosan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama Perminas, guna mendorong integrasi hulu–hilir yang berdaya saing global.

"Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan," kata Rosan.

Artikel Perminas Gandeng NEM Asal Abu Dhabi, Kelola Logam Tanah Jarang di 2 Negara menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu (18/2/2026):

1. Perminas Gandeng NEM Asal Abu Dhabi, Kelola Logam Tanah Jarang di 2 Negara

PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas mulai menjajaki pengelolaan logam tanah jarang (rare earth) di Indonesia dan Republik Gabon, Afrika Tengah. Langkah ini bakal memanfaatkan kerja sama dengan perusahaan asal Abu Dhabi yakni NEM.

Perminas resmi meneken Nota Kesepahaman (MoU) dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM). MoU itu menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait: pertama, sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon, dan kedua, potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Indonesia.

"Fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global," kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengutip keterangan resmi, Selasa, 17 Februari 2026.

Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat integrasi hulu-hilir serta membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global yang mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.

Rosan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama Perminas, guna mendorong integrasi hulu–hilir yang berdaya saing global.

"Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan," kata Rosan.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Harga Emas Antam Hari Ini 17 Februari 2026 Turun Lagi, Momen Beli saat Imlek

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam turun pada Selasa, (17/2/2026) saat libur Imlek 2026. Harga emas Antam hari ini  lebih murah Rp 22.000.

Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam dipatok Rp 2.918.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.940.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam juga ikut turun. Hari ini harga buyback emas Antam merosot Rp 22.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam dipatok Rp 2.706.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.706.000 gram.

Untuk diketahui, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Berita selengkapnya baca di sini

3. AHY: Presiden Prabowo Subianto Ingin Batam Jadi Gerbang Ekonomi Dunia

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya menjadikan Batam sebagai gerbang ekonomi dunia.

AHY menyebut, hal tersebut menjadi perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo. Batam digadang tak hanya unggul di Asia Tenggara, tapi juga mampu unjuk gigi di kancah dunia.

"Saat ini di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto kita ingin membangun ekonomi Batam sendiri terus menjadi salah satu laboratorium, di mana menjadi gerbang atau pintu ekonomi di tingkat kawasan Asia Tenggara tapi juga dunia," ungkap AHY dalam malam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Batam, Kepulauan Riau, ditulis Selasa (17/2/2026).

"Mudah-mudahan sesuai dengan semangat awal berdirinya Batam ini benar-benar bisa kita kawal terus, sehingga sektor ekonominya, bisnisnya, pariwisatanya terus maju dan berkembang," ia menambahkan.

Salah satu poin spesial Batam, kata AHY, adalah kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ). Kebijakan ini dinilai mampu mendatangkan investasi dan kekuatan ekonomi yang berdampak positif terhadap nasional.

Berita selengkapnya baca di sini

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |