Nama Trump Ingin Dipakai di Bandara, Perusahaan Keluarga Ajukan Hak Merek

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan milik keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajukan permohonan hak merek atas penggunaan nama presiden untuk bandara.

Perusahaan tersebut, Trump Organization, menyatakan tidak berencana memungut biaya atau royalti, setidaknya untuk rencana penggantian nama bandara di dekat kediaman Trump di Florida.

Dikutip dari The Associated Press, Rabu (18/2/2026), permohonan ini diajukan ke kantor merek dagang federal dan mencakup hak eksklusif penggunaan nama Trump pada berbagai fasilitas bandara. Mulai dari bus antarpenumpang, payung, tas perjalanan, hingga pakaian kru penerbangan.

Pengajuan tersebut muncul di tengah perdebatan di Florida mengenai rencana penggantian nama Palm Beach International Airport menjadi bandara atas nama Trump.

Isu ini juga berkaitan dengan polemik pendanaan terowongan antara New York dan New Jersey, serta wacana pemberian nama Trump pada sejumlah infrastruktur publik lainnya.

Trump Organization menyebut, langkah ini dilakukan bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk melindungi merek dari penyalahgunaan.

Klaim Tak Ambil Untung

Dalam pernyataannya, Trump Organization menegaskan bahwa pengajuan hak merek ini dipicu oleh rancangan undang-undang di Florida.

Perusahaan juga menyebut bahwa nama Trump merupakan salah satu merek yang paling sering dilanggar di dunia.

“Untuk memperjelas, presiden dan keluarganya tidak akan menerima royalti, biaya lisensi, atau keuntungan finansial apa pun dari rencana penggantian nama bandara ini,” tulis perusahaan.

Pernyataan tersebut merujuk pada bandara di dekat klub Mar-a-Lago milik Trump, yakni Mar-a-Lago.

Namun, pihak perusahaan tidak memberikan jawaban pasti ketika ditanya apakah di masa depan mereka akan memungut biaya untuk penggunaan nama Trump di bandara lain atau pada berbagai produk yang tercantum dalam dokumen pengajuan.

Pengamat menilai, langkah ini menunjukkan upaya serius keluarga Trump dalam mengontrol penggunaan nama mereka di ruang publik.

Di sisi lain, muncul pertanyaan tentang batas antara perlindungan merek dan potensi keuntungan bisnis.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |