Harga Pangan Terancam Naik Tiga Kali jelang Lebaran 2026, Pedagang Minta Pemerintah Turun Tangan

14 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia/Ikappi) mewanti-wanti potensi kenaikan harga pangan selama Ramadan dan Lebaran 2026. Asosiasi pedagang pasar tersebut meminta pemerintah segera melakukan intervensi.

Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, mengatakan fase pertama kenaikan harga pangan terjadi pada sepekan menjelang Ramadan dan masa awal bulan puasa.

"Yang lebih terasa pada saat H-7 menjelang Ramadan itu adalah cabai rawit. Ini sudah masuk puncaknya," ungkap Reynaldi saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (18/2/2026).

Setelah mengalami kenaikan, harga pangan cenderung melandai pada pekan kedua dan ketiga Ramadan. Menurutnya, harga bukan berarti turun, tetapi cenderung stagnan di level tertentu.

Fase kedua kenaikan harga diperkirakan terjadi pada pekan keempat Ramadan atau sekitar tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

"Ini nanti seragam. Seluruh komoditas di pasar akan mengalami lonjakan karena permintaan meningkat saat Idulfitri," tuturnya.

Sementara itu, fase ketiga kenaikan harga diprediksi terjadi sepekan setelah Lebaran. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyaknya pedagang yang masih berada di kampung halaman, sehingga pasokan berkurang, sementara permintaan tetap tinggi.

Minta Pemerintah Turun Tangan

Reynaldi berharap pemerintah segera melakukan pengaturan harga pangan pada periode-periode tersebut. Jika tidak ada intervensi, harga bahan pokok diprediksi melonjak signifikan.

"Tiga fase ini akan memicu lonjakan bahan pokok. Selama ini belum ada intervensi yang serius. Kalau dibiarkan, lonjakannya bisa luar biasa," ujarnya.

Ia menilai, salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan adalah konsistensi pasokan ke pasar. Hal ini bisa ditopang melalui peningkatan produksi petani dan peternak.

"Kalau pemerintah mau, berikan stimulus fiskal maupun non-fiskal kepada petani, peternak, dan nelayan. Supaya sebelum panen, infrastruktur sudah siap, dan saat panen ada kepastian pembelian hasil produksi. Kalau tidak, ini berisiko," jelasnya.

Harga Cabai Makin Pedas

Sebelumnya, Ikappi mencatat harga pangan mulai naik menjelang awal Ramadan 2026. Harga cabai rawit merah, daging sapi, hingga minyak goreng MinyaKita masih berada di level tinggi.

Reynaldi mengatakan kenaikan mulai terasa di pasar kawasan Jabodetabek, terutama pada komoditas cabai rawit merah.

"Beberapa komoditas yang naik antara lain cabai rawit merah. Harganya sudah pedas sekali, tembus Rp107.000 sampai Rp108.000 per kilogram," ujarnya.

Rincian Harga Pangan

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan, antara lain:

Cabai merah besar TW dan cabai merah keriting: sekitar Rp 57.000 per kg

Bawang merah: Rp 51.000 per kg

Bawang putih: Rp 42.500 per kg

"Daging juga mengalami lonjakan. Saat ini sudah menyentuh Rp143.000 per kilogram," kata Reynaldi.

Sementara itu, harga telur ayam ras mencapai Rp32.000 per kg, ayam potong dijual hingga Rp 47.000 per ekor, serta minyak goreng merek MinyaKita masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

"MinyaKita hampir tidak pernah menyentuh HET. Harganya di atas Rp 15.700, bahkan sudah mencapai Rp 17.000 per liter," pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |