Kementerian ESDM Alokasikan Anggaran 2026 untuk Sederet Program Ini

20 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian ESDM memperoleh alokasi anggaran 2026 dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp 10,12 triliun. Namun, setelah dilakukan efisiensi oleh Kementerian Keuangan, anggaran tersebut mengalami penyesuaian.

"Untuk program 2026 kita mendapat dalam DIPA kita itu anggaran kita sebesar Rp 10,12 triliun,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat dengan DPR, Kamis (22/1/2026).

Setelah proses penyisiran anggaran, total dana yang dapat digunakan menjadi Rp 9,34 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan program yang menyentuh langsung masyarakat.

"Setelah dilakukan efisiensi penyisiran dari Kementerian Keuangan tinggal Rp 9,34 triliun dan ini kita dorong untuk membangun listrik desa, kemudian kita bangun pipa kemudian Jargas dan beberapa program kerakyatan lainnya,” kata Bahlil.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses energi sekaligus mendukung target pembangunan nasional di sektor energi.

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan konsumsi listrik nasional per kapita mengalami peningkatan sepanjang 2025, seiring dengan perluasan akses kelistrikan hingga ke wilayah pedesaan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kenaikan konsumsi tersebut dalam rapat bersama DPR.

“Konsumsi listrik per kapita itu naik dari 2024 sebesar 1.411 2025 jadi 1.584 kwh per kapita,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis, 22 Januari 2026.

Peningkatan konsumsi listrik tersebut berjalan beriringan dengan pelaksanaan program listrik desa. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mempercepat penyediaan listrik di desa dan dusun yang belum teraliri. Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum menikmati akses listrik.

"Di program 2025 kami juga menyampaikan bahwa kita dapat alokasi anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk masuk dalam program listrik desa,” kata Bahlil.

Melalui program tersebut, pemerintah mampu menyelesaikan elektrifikasi di 1.516 lokasi dengan bantuan pemasangan langsung kepada 205.968 rumah tangga. Selain itu, sejumlah proyek strategis lain juga diresmikan pada 2025, termasuk yang terkait dengan hilirisasi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |